Takut Dihabisi Taliban, 20.000 Penerjemah Afghanistan Minta Suaka ke AS
Jum'at, 16 Juli 2021 - 10:22 WIB
loading...
Mantan penerjemah Afghanistan, yang bekerja dengan pasukan AS di Afghanistan, berdemonstrasi di depan kedutaan AS di Kabul, 25 Juni 2021. Foto/REUTERS/Stringer/File Photo
A
A
A
WASHINGTON - Sekitar 20.000 warga Afghanistan yang bekerja sebagai penerjemah untuk militer Amerika Serikat (AS) selama perangnya di negara itu mengajukan permohonan evakuasi dan suaka ke Washington. Mereka takut dibunuh Taliban sebagai pembalasan.
"Ada sekitar 20.000 warga Afghanistan yang telah mendaftar," kata juru bicara Gedung Putih Jen Psaki kepada wartawan.
Baca juga: Taliban Bantah Eksekusi 22 Pasukan Khusus Afghanistan Meski Ada Videonya
Psaki mengatakan mereka semua adalah mantan penerjemah untuk militer atau entitas lain, yang menjadi sasaran Taliban.
Amerika Serikat juga akan mempertimbangkan permohonan dari keluarga penerjemah. Psaki tidak merinci berapa banyak anggota keluarga yang akan dievakuasi.
Menurut beberapa perkiraan, jumlah orang yang memenuhi syarat untuk pergi akan berjumlah sekitar 100.000 orang.
"Ada sekitar 20.000 warga Afghanistan yang telah mendaftar," kata juru bicara Gedung Putih Jen Psaki kepada wartawan.
Baca juga: Taliban Bantah Eksekusi 22 Pasukan Khusus Afghanistan Meski Ada Videonya
Psaki mengatakan mereka semua adalah mantan penerjemah untuk militer atau entitas lain, yang menjadi sasaran Taliban.
Amerika Serikat juga akan mempertimbangkan permohonan dari keluarga penerjemah. Psaki tidak merinci berapa banyak anggota keluarga yang akan dievakuasi.
Menurut beberapa perkiraan, jumlah orang yang memenuhi syarat untuk pergi akan berjumlah sekitar 100.000 orang.
Lihat Juga :