KBRI Islamabad Gelar Business-to-Business Hybrid, Luncurkan Portal Digital Ekonomi

Selasa, 13 Juli 2021 - 04:01 WIB
"Saatnya kini untuk melihat Indonesia tidak sebatas satu negara, namun sebagai pintu masuk menuju pasar ASEAN yang menjanjikan dan melihat Pakistan sebagai pintu masuk menuju Pasar Asia Selatan, Tengah, dan Tiongkok yang dinamis," ujar Dubes Adam M Tugio.

Upaya menggenjot ekspor menjadi tantangan tersendiri di masa pandemi Covid-19. Pasalnya, banyak pameran internasional diundur atau dibatalkan pada 2021.

Meski demikian, KBRI Islamabad tetap melakukan upaya promosi. Meningkatnya hubungan ekonomi dan perdagangan RI-Pakistan setelah diterapkannya secara efektif Preferential Trade Agreement (PTA) pada 2013.

PTA membuka akses pasar yang besar bagi produk CPO RI sehingga memiliki pangsa pasar terbesar di segmennya.

Bagi Pakistan, pemberlakuan PTA sukses membuka jalan untuk memasukan jeruk Kinnow di Indonesia.

Meskipun dari sisi neraca perdagangan Indonesia lebih diuntungkan, tidak menyurutkan semangat Pakistan berdagang dengan Indonesia.

Dalam rangka memperluas dan deversifikasi hubungan ekonomi dan perdagangan, Indonesia dan Pakistan melakukan perundingan Trade in Goods Agreement (TIGA).

Neraca perdagangan pada 2020 mencapai USD2,5 miliar (Rp35,5 triliun) dengan surplus untuk Indonesia sebesar USD2,1 miliar (Rp29,8 triliun) atau meningkat 8% dari tahun 2019 yang mencapai USD2,3 miliar (Rp32,7 triliun) dengan surplus sebesar USD1,9 miliar (Rp27 triliun).
(sya)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!