Presiden Kuba Sebut Sejumlah Demonstran Dibayar AS untuk Picu Kerusuhan

Senin, 12 Juli 2021 - 21:24 WIB
Diaz-Canel sebut beberapa dari mereka yang berpartisipasi dalam protes besar-besaran yang melanda Kuba dibayar oleh AS untuk memprovokasi kerusuhan. Foto/REUTERS
HAVANA - Beberapa dari mereka yang berpartisipasi dalam protes besar-besaran yang melanda Kuba dibayar oleh Amerika Serikat (AS) untuk memprovokasi kerusuhan. Hal itu diutarakan Presiden Kuba , Miguel Diaz-Canel.

"Ada sekelompok orang, yang disewa oleh pemerintah AS, dibayar secara tidak langsung melalui badan-badan pemerintah AS untuk mengorganisir demonstrasi semacam ini," ucapnya, seperti dilansir Sputnik pada Senin (12/7/2021).



Ribuan orang turun ke jalan dalam protes besar anti-rezim pemerintah komunis yang jarang terjadi diKuba. Massa yang frustasi dengan pandemi Covid-19 dan krisis ekonomi berteriak "jatuhkan kediktatoran” dan “kami menginginkan kebebasan". Baca juga: Mengenal Diaz-Canel, Pemimpin Baru Partai Komunis Kuba Pewaris Castro

Protes besar terjadi pada hari Minggu waktu setempat di San Antonio de los Banos, sebuah kota berpenduduk sekitar 50.000 orang di barat daya Havana. Ribuan demonstran yang didominasi kaum muda meneriakkan penghinaan terhadap Diaz-Canel.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!