AS dan NATO Tarik Pasukan, 'Gelombang' Migrasi Afghanistan Bikin Waswas Eropa

Sabtu, 10 Juli 2021 - 03:32 WIB
Hongaria mendirikan pagar di perbatasan selatannya dengan Serbia menyusul gelombang besar migran pada tahun 2016 yang membuat satu juta orang mencapai Eropa Barat.

Perdana Menteri Hongaria Viktor Orban pada hari Jumat mendesak negara-negara Eropa Tengah untuk tetap bersatu dalam masalah migrasi sehingga suara mereka didengar di dalam blok yang beranggotakan 27 negara itu.

Baca juga: AS Tarik Pasukan, Taliban Klaim Kuasai 85% Afghanistan

“Kerja sama antara negara-negara Eropa Tengah bukanlah teori tetapi kenyataan praktis,” kata Orban.

Orban dan Perdana Menteri sayap kanan Slovenia Janez Jansa adalah sekutu dekat. Jansa juga baru-baru ini menghadapi pengawasan Uni Eropa atas kekhawatiran bahwa pemerintahnya telah mengekang kebebasan media dan demokrasi di negara yang secara tradisional liberal.

Negara-negara Eropa Tengah yang kritis terhadap kebijakan migrasi Uni Eropa menuduh blok tersebut mendorong ketidaksetaraan di antara anggotanya yang mengurangi pengaruh mereka.

Pemerintah populis Hongaria dan Polandia secara terbuka bentrok dengan Brussel atas sejumlah masalah termasuk supremasi hukum dan hak-hak LGBT.

Baca juga: Viktor Orban: Upaya UE Paksa Hungaria Cabut UU Anti-LGBT akan Sia-sia
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!