AS Tarik Pasukan, Taliban Klaim Kuasai 85% Afghanistan

Jum'at, 09 Juli 2021 - 22:06 WIB
loading...
AS Tarik Pasukan, Taliban...
Taliban mengklaim telah menguasai 85% wilayah Afghanistan seiring penarikan pasukan AS dari negara itu. Foto/Ilustrasi
A A A
MOSKOW - Taliban mengklaim sekarang menguasai sebagian besar Afghanistan ketika penarikan militer Amerika Serikat (AS) dari negara itu semakin dekat. Pernyataan itu dikeluarkan sehari setelah Presiden AS Joe Biden membela keputusannya untuk membawa pulang pasukan Amerika meskipun Taliban menunjukkan kemajuan pesat dalam merebut sejumlah wilayah di Afghanistan dalam beberapa pekan terakhir.

Dalam konferensi persnya di Moskow, tiga pejabat Taliban berusaha meredakan kekhawatiran kelompok militan itu akan menggulingkan pemerintah Afghanistan yang didukung Barat. Mereka menyatakan kelompok militan itu siap untuk berbagi kekuasaan. Tetapi pada saat yang sama, mereka mengklaim bahwa Taliban sekarang mengendalikan 85% dari Afghanistan.

"Kami tidak ingin berperang. Kami ingin menemukan solusi politik melalui negosiasi politik. Negosiasi semacam itu sedang berlangsung di Doha," ujar juru bicara Taliban Suhail Shaheen, seperti dikutip ABC News dari kantor berita Rusia Interfax, Jumat (9/7/2021).

Dalam kesempatan itu ia menegaskan bahwa Taliban tidak mencari kekuasaan total dan ingin memasukkan semua anggota masyarakat Afghanistan dalam pemerintahan.

Ditanya oleh wartawan terkait pernyataan Biden yang menolak bahwa pengambilalihan Taliban atas Afghanistan "tidak terhindarkan," para utusan itu mengatakan hal tersebut merupakan pendapat pribadi Presiden AS.

Baca juga: Taliban Makin Berani, Kuasai Kota Penting di Afghanistan Barat

"Kami harus menyatakan bahwa ini adalah pendapat pribadi Tuan Biden. Anda dapat melihat sendiri bahwa hingga 14 distrik telah bergabung dengan emirat Islam dalam seminggu," kata pejabat Taliban lain, Shahabuddin Delawar.

Delegasi Taliban di Moskow juga berjanji bahwa mereka tidak akan mengusik para penerjemah yang selama ini membantu AS.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Zelensky Ditekan untuk...
Zelensky Ditekan untuk Pecat Jenderal Tertinggi Ukraina di Tengah Perang Melawan Rusia
Langka, Kapal Perang...
Langka, Kapal Perang China Latihan Tembak di Dalam ZEE Jepang
Makin Kewalahan, Rusia...
Makin Kewalahan, Rusia Pilih Buru Operator Drone Ukraina
Jenderal Ini Klaim Ukraina...
Jenderal Ini Klaim Ukraina Akan Mengalami Kekalahan, Ini 4 Pemicunya
39 Rudal Rusia Hujani...
39 Rudal Rusia Hujani Ibu Kota Ukraina, Warga Sipil Ketakutan
Beda Pendapat dengan...
Beda Pendapat dengan Pemerintah, Banyak Warga Rusia Didenda dan Dipenjara
Warga India Gila Emas,...
Warga India 'Gila' Emas, Perusahaan Gadai Rusia Bidik Pasar Rp89.038 Triliun
Trump Tuduh China Akses...
Trump Tuduh China Akses Ilegal Data Pemilih AS
Houthi Blokade Pelabuhan...
Houthi Blokade Pelabuhan Saudi, Ini Respons Keras Riyadh
Rekomendasi
Run for Independence...
Run for Independence Day 81 Akan Digelar, MNC Life Berikan Perlindungan Jiwa bagi Seluruh Peserta
KPK Tetapkan Bupati...
KPK Tetapkan Bupati Lombok Barat Tersangka Dugaan Suap dan Gratifikasi
Gibran Duduk di Barisan...
Gibran Duduk di Barisan Menteri saat Sidang Kabinet, Mensesneg Beri Penjelasan
Berita Terkini
Pertahanan Udara AS...
Pertahanan Udara AS Kewalahan Hadapi Rudal-rudal Iran yang Kian Canggih
Waspada! AS Rencanakan...
Waspada! AS Rencanakan Perang yang Lebih Luas dengan Iran
Saat Banyak Orang Bermigrasi...
Saat Banyak Orang Bermigrasi ke Berlin, tapi 288.000 Warga Jerman Justru Pilih Tinggalkan Negaranya
Zelensky Ditekan untuk...
Zelensky Ditekan untuk Pecat Jenderal Tertinggi Ukraina di Tengah Perang Melawan Rusia
Khalil al-Hayya Jadi...
Khalil al-Hayya Jadi Pemimpin Hamas, Perjuangan Gaza Makin Konfrontatif atau Pragmatis?
Profil Sheikh Miqdad,...
Profil Sheikh Miqdad, Ulama Palestina yang Ditangkap Pasukan Indonesia dan Dikhawatirkan Diserahkan ke Israel
Infografis
AS Bisa Tarik Pasukannya...
AS Bisa Tarik Pasukannya dari Eropa Tengah dan Timur
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved