Sekutu AS Ingin Gencarkan Latihan Perang untuk Lacak Kapal Selam Rusia dan China
Selasa, 06 Juli 2021 - 07:19 WIB
Perwira tinggi Angkatan Laut AS menekankan bahwa permintaan ini memiliki fokus berat pada Rusia dan China dan menyambut baik fakta bahwa sekutu AS memusatkan pelatihan mereka untuk melawan kedua negara.
Kanada, Australia, Jepang, Singapura, dan India termasuk di antara negara-negara yang telah meminta pelatihan ASW tahun ini saja dari Angkatan Laut AS. Selain pelatihan ini, beberapa negara juga telah memesan pesawat mata-mata P-8 Poseidon—yang memiliki kemampuan mendeteksi kapal selam—dari Washington, Australia, India, Korea Selatan, dan Selandia Baru.
Komentar Laksamana Gilday muncul setelah ASW tahunan NATO—Dynamic Mongoose. Itu terjadi di perairan dekat Islandia, Norwegia, dan Inggris, yang dilalui oleh kapal selam Rusia dalam perjalanan mereka ke Samudra Atlantik.
“Perang anti-kapal selam pada dasarnya menantang dan membutuhkan banyak pelatihan dan koordinasi lanjutan antara unit laut dan udara," kata Kepala Angkatan Laut Norwegia Laksamana Rune Andersen mengomentari masalah ini dalam wawancaranya dengan High North News.
Baca juga: China Gagal Jual Jet Tempurnya Diduga karena Kerap Ribut dengan Negara Lain
Kanada, Australia, Jepang, Singapura, dan India termasuk di antara negara-negara yang telah meminta pelatihan ASW tahun ini saja dari Angkatan Laut AS. Selain pelatihan ini, beberapa negara juga telah memesan pesawat mata-mata P-8 Poseidon—yang memiliki kemampuan mendeteksi kapal selam—dari Washington, Australia, India, Korea Selatan, dan Selandia Baru.
Komentar Laksamana Gilday muncul setelah ASW tahunan NATO—Dynamic Mongoose. Itu terjadi di perairan dekat Islandia, Norwegia, dan Inggris, yang dilalui oleh kapal selam Rusia dalam perjalanan mereka ke Samudra Atlantik.
“Perang anti-kapal selam pada dasarnya menantang dan membutuhkan banyak pelatihan dan koordinasi lanjutan antara unit laut dan udara," kata Kepala Angkatan Laut Norwegia Laksamana Rune Andersen mengomentari masalah ini dalam wawancaranya dengan High North News.
Baca juga: China Gagal Jual Jet Tempurnya Diduga karena Kerap Ribut dengan Negara Lain
Lihat Juga :