Gara-gara Varian Delta, Norwegia Tunda Pencabutan Penuh Pembatasan Covid-19
Selasa, 06 Juli 2021 - 03:04 WIB
Norwegia mengumumkan pelonggaran beberapa pembatasan Covid-19, tetapi menunda fase terakhir pembukaan penuh, karena khawatir tentang penyebaran varian Delta. Foto/REUTERS
OSLO - Norwegia mengumumkan pelonggaran beberapa pembatasan Covid-19, tetapi menunda fase terakhir pembukaan penuh, setidaknya hingga akhir bulan. Penundaan ini disebabkan kekhawatiran tentang penyebaran varian Delta.
Langkah-langkah yang akan tetap ada termasuk bar dan restoran yang dibatasi pada layanan meja, pembatasan pertemuan maksimal 20 orang di rumah pribadi, dan pembatasan olahraga rekreasi orang dewasa.
Langkah-langkah ini awalnya akan dicabut pada awal pekan ini, jika pemerintah telah memberikan lampu hijau untuk memasuki fase keempat dan terakhir untuk mengakhiri penguncian nasional. Namun, kekhawatiran mengenai penyebaran varian Delta membuat rencana itu ditunda beberapa pekan. Baca juga: Kemendagri: Perlu Pengurangan 50% Mobilitas untuk Tekan Laju Covid-19 Varian Delta
"Ada risiko bahwa varian Delta akan menyebabkan gelombang infeksi keempat di bagian populasi yang tidak divaksinasi, di antara mereka yang hanya menerima satu dosis atau berada dalam kelompok rentan," kata Perdana Menteri Norwegia, Erna Solberg.
Langkah-langkah yang akan tetap ada termasuk bar dan restoran yang dibatasi pada layanan meja, pembatasan pertemuan maksimal 20 orang di rumah pribadi, dan pembatasan olahraga rekreasi orang dewasa.
Langkah-langkah ini awalnya akan dicabut pada awal pekan ini, jika pemerintah telah memberikan lampu hijau untuk memasuki fase keempat dan terakhir untuk mengakhiri penguncian nasional. Namun, kekhawatiran mengenai penyebaran varian Delta membuat rencana itu ditunda beberapa pekan. Baca juga: Kemendagri: Perlu Pengurangan 50% Mobilitas untuk Tekan Laju Covid-19 Varian Delta
"Ada risiko bahwa varian Delta akan menyebabkan gelombang infeksi keempat di bagian populasi yang tidak divaksinasi, di antara mereka yang hanya menerima satu dosis atau berada dalam kelompok rentan," kata Perdana Menteri Norwegia, Erna Solberg.
Lihat Juga :