China Gagal Jual Jet Tempurnya Diduga karena Kerap Ribut dengan Negara Lain
Senin, 05 Juli 2021 - 15:34 WIB
Analis militer Richard Aboulafia menulis artikel di Foreign Policy bahwa senjata keren berarti jauh lebih kecil jika sebuah negara tidak memiliki teman dan inilah mengapa dunia tidak menginginkan jet tempur Beijing.
Pada April 1997, Interavia, sebuah jurnal perdagangan yang pernah berpengaruh, meramalkan bahwa China akan menyalip Rusia dan Beijing akan melampaui Rusia dalam satu dekade atau lebih sebagai penyedia pesawat tempur ke negara berkembang.
Sembilan tahun kemudian, Aviation Week & Space Technology dalam laporannya mengatakan bahwa China mungkin muncul sebagai penyedia paket pesawat tempur untuk pasar ekspor. Namun, Aboulafia menyatakan bahwa angka-angka prediksi itu dengan jelas tidak terjadi.
Antara tahun 2000 hingga 2020, China hanya mengekspor pesawat militer senilai USD7,2 miliar, menurut database transfer senjata Stockholm International Peace Research Institute (SIPRI).
Baca juga: Kremlin: Provokasi seperti Kapal Perang Inggris Menuntut Respons Keras Rusia
Sementara itu, Amerika Serikat tetap aman di urutan teratas, mengekspor senjata dengan nilai USD99,6 miliar, dan Rusia tetap di urutan kedua dengan nilai ekspor senjata USD61,5 miliar. Bahkan ekspor pesawat Prancis dua kali lipat dari China, yakni USD14,7 miliar.
Menurut laporan Foreign Policy, hanya ada sedikit tanda-tanda momentum kenaikan bagi China dalam ekspor produk militernya.
Pada April 1997, Interavia, sebuah jurnal perdagangan yang pernah berpengaruh, meramalkan bahwa China akan menyalip Rusia dan Beijing akan melampaui Rusia dalam satu dekade atau lebih sebagai penyedia pesawat tempur ke negara berkembang.
Sembilan tahun kemudian, Aviation Week & Space Technology dalam laporannya mengatakan bahwa China mungkin muncul sebagai penyedia paket pesawat tempur untuk pasar ekspor. Namun, Aboulafia menyatakan bahwa angka-angka prediksi itu dengan jelas tidak terjadi.
Antara tahun 2000 hingga 2020, China hanya mengekspor pesawat militer senilai USD7,2 miliar, menurut database transfer senjata Stockholm International Peace Research Institute (SIPRI).
Baca juga: Kremlin: Provokasi seperti Kapal Perang Inggris Menuntut Respons Keras Rusia
Sementara itu, Amerika Serikat tetap aman di urutan teratas, mengekspor senjata dengan nilai USD99,6 miliar, dan Rusia tetap di urutan kedua dengan nilai ekspor senjata USD61,5 miliar. Bahkan ekspor pesawat Prancis dua kali lipat dari China, yakni USD14,7 miliar.
Menurut laporan Foreign Policy, hanya ada sedikit tanda-tanda momentum kenaikan bagi China dalam ekspor produk militernya.
Lihat Juga :