Arab Saudi Bebaskan 2 Aktivis Perempuan setelah Hampir 3 Tahun Dipenjara

Senin, 28 Juni 2021 - 08:20 WIB
Sebagian besar dari mereka yang dipenjara—yang diperkirakan berjumlah puluhan orang—berkampanye untuk hak mengemudi dan mengakhiri sistem perwalian laki-laki di kerajaan, yang mengharuskan perempuan untuk mendapatkan persetujuan dari kerabat laki-laki untuk keputusan besar.

Badawi menerima International Women of Courage Award Amerika Serikat pada tahun 2012 karena menantang sistem perwalian, dan termasuk di antara wanita pertama yang menandatangani petisi yang meminta pemerintah untuk mengizinkan para perempuan mengemudi, memilih, dan mencalonkan diri dalam pemilu lokal.

Dia juga saudara perempuan Raif Badawi, seorang juru kampanye HAM terkemuka, yang dijatuhi hukuman 10 tahun penjara pada tahun 2014 atas tuduhan "menghina Islam" di blognya.

Al-Sadah, dari provinsi Qatif yang berpenduduk mayoritas Syiah, juga telah mengampanyekan hak mengemudi dan menghapuskan sistem perwalian. Dia adalah kandidat dalam pemilu lokal 2015, seorang perempuan yang mencalonkan diri dalam pemilu untuk pertama kalinya.

Baca juga: Media Pemerintah: Kim Jong-un Menjadi Kurus, Warga Korut Menangis
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!