Cepatnya Kebangkitan Militer China Membuat NATO Terkejut
Sabtu, 26 Juni 2021 - 07:07 WIB
"Saya pikir sangat penting untuk mengawasi itu. Apa yang Anda lakukan jika Anda seorang pemimpin di China dengan kekuatan besar yang modern? Anda menyebarkannya, Anda memindahkannya," lanjut dia, yang menyerukan 30 negara anggota aliansi untukmemutuskan apa arti ambisi militer China bagi mereka.
Pada pertemuan puncak NATO di Brussel pada 14 Juni, para pemimpin NATO menuduh China menentang tatanan internasional, mengeklaim Beijing menyebarkan disinformasi, memperluas persenjataan nuklirnya dan bekerja sama dengan Rusia.
Beberapa hari sebelumnya, Presiden Joe Biden dan para pemimpin G7 lainnya menuduh China melakukan pelanggaran hak asasi manusia, mengutip serangan terhadap demokrasi di Hong Kong, pengaruh yang tumbuh atas Taiwan dan perlakuan Beijing terhadap Muslim Uighur.
Seorang pejabat pertahanan China membalas pada hari Kamis, menyatakan bahwa pertumbuhan negaranya tidak dapat dihentikan oleh siapa pun.
Baca juga: PM Israel Peringatkan Iran: Kami Lebih Pintar dan Lebih Bertekad, Jangan Uji Kami
Peach, yang sebelumnya adalah kepala staf pertahanan militer Inggris, juga menunjukkan kehadiran diplomatik Beijing yang meningkat, termasuk kedutaan besarnya di Brussel— rumah bagi NATO dan Uni Eropa.
Pada pertemuan puncak NATO di Brussel pada 14 Juni, para pemimpin NATO menuduh China menentang tatanan internasional, mengeklaim Beijing menyebarkan disinformasi, memperluas persenjataan nuklirnya dan bekerja sama dengan Rusia.
Beberapa hari sebelumnya, Presiden Joe Biden dan para pemimpin G7 lainnya menuduh China melakukan pelanggaran hak asasi manusia, mengutip serangan terhadap demokrasi di Hong Kong, pengaruh yang tumbuh atas Taiwan dan perlakuan Beijing terhadap Muslim Uighur.
Seorang pejabat pertahanan China membalas pada hari Kamis, menyatakan bahwa pertumbuhan negaranya tidak dapat dihentikan oleh siapa pun.
Baca juga: PM Israel Peringatkan Iran: Kami Lebih Pintar dan Lebih Bertekad, Jangan Uji Kami
Peach, yang sebelumnya adalah kepala staf pertahanan militer Inggris, juga menunjukkan kehadiran diplomatik Beijing yang meningkat, termasuk kedutaan besarnya di Brussel— rumah bagi NATO dan Uni Eropa.
Lihat Juga :