Ngeri Bila Israel Gunakan Senjata Nuklir, Qatar Desak IAEA Inspeksi Reaktor Zionis
Senin, 14 Juni 2021 - 08:27 WIB
Dari pihak Palestina, serangan udara Zionis menewaskan lebih dari 250 orang, termasuk 67 anak-anak, dan melukai beberapa ribu orang. Sedangkan serangan roket dari Gaza menewaskan 13 warga Israel, dua di antaranya adalah anak-anak, dan melukai hampir 200 lainnya.
“Agresi Israel baru-baru ini di Gaza, dan penggunaan kekuatan yang berlebihan dan tidak proporsional terhadap warga sipil dan penghancuran infrastruktur sipil, membuat marah opini publik dunia,” bunyi pernyataan Kementerian Luar Negeri Qatar.
Kementerian itu juga meminta masyarakat internasional dan lembaga-lembaga kunci untuk merangkul tujuan membersihkan Timur Tengah dari senjata nuklir dan melakukan upaya nyata menuju tujuan itu, berdasarkan kewajiban hukum dan moral mereka.
Program nuklir Zionis Israel terungkap oleh whistleblower Mordechai Vanunu, mantan teknisi di situs nuklir Dimona, yang menyerahkan bukti program nuklir negara itu ke surat kabar Sunday Times pada tahun 1986.
Dia melarikan diri dari Israel sebelum pengungkapan, tetapi diculik oleh Mossad setelah berita itu tersiar, dan dijatuhi hukuman 18 tahun penjara, namun dibebaskan pada 2004.
Israel selama ini mempertahankan kebijakan ambiguitas tentang program nuklirnya, di mana negara Yahudi itu tidak membenarkan atau menyangkal memiliki senjata nuklir.
Namun, berbagai laporan menyatakan bahwa negara Yahudi itu adalah salah satu dari hanya sembilan negara bersenjata nuklir di dunia. Israel diyakini memiliki satu-satunya persenjataan nuklir di Timur Tengah dengan perkiraan mulai dari setidaknya 90 hingga lebih dari 200 hulu ledak nuklir.
“Agresi Israel baru-baru ini di Gaza, dan penggunaan kekuatan yang berlebihan dan tidak proporsional terhadap warga sipil dan penghancuran infrastruktur sipil, membuat marah opini publik dunia,” bunyi pernyataan Kementerian Luar Negeri Qatar.
Kementerian itu juga meminta masyarakat internasional dan lembaga-lembaga kunci untuk merangkul tujuan membersihkan Timur Tengah dari senjata nuklir dan melakukan upaya nyata menuju tujuan itu, berdasarkan kewajiban hukum dan moral mereka.
Program nuklir Zionis Israel terungkap oleh whistleblower Mordechai Vanunu, mantan teknisi di situs nuklir Dimona, yang menyerahkan bukti program nuklir negara itu ke surat kabar Sunday Times pada tahun 1986.
Dia melarikan diri dari Israel sebelum pengungkapan, tetapi diculik oleh Mossad setelah berita itu tersiar, dan dijatuhi hukuman 18 tahun penjara, namun dibebaskan pada 2004.
Israel selama ini mempertahankan kebijakan ambiguitas tentang program nuklirnya, di mana negara Yahudi itu tidak membenarkan atau menyangkal memiliki senjata nuklir.
Namun, berbagai laporan menyatakan bahwa negara Yahudi itu adalah salah satu dari hanya sembilan negara bersenjata nuklir di dunia. Israel diyakini memiliki satu-satunya persenjataan nuklir di Timur Tengah dengan perkiraan mulai dari setidaknya 90 hingga lebih dari 200 hulu ledak nuklir.
(min)
Lihat Juga :