Populisme Islamofobia Membuat Muslim di Prancis Khawatir
Senin, 14 Juni 2021 - 03:00 WIB
"Negara tidak memiliki suara tentang bagaimana komunitas religius akan melatih dan menyetujui para imamnya, dan dalam nilai apa mereka akan melakukan tugasnya, " sambungnya.
Ia mengatakan, mereka menghadapi tuduhan dan kritik meski menjalankan tugasnya secara transparan, dan dalam kerangka hukum. Altas menyebut, Menteri Dalam Negeri Prancis, Gerald Moussa Darmanin telah membuat profil yang tidak mencerminkan kebenaran tentang IGMG.
Baca: Islamophobia Dapat Dicegah, Begini Caranya
Dia mengatakan, tindakan Darmanin terhadap komunitas Muslim tidak normal. Atlat menyebut, RUU kontroversial terhadap separatisme tidak hanya menyangkut Muslim tetapi semua komunitas agama karena melanggar undang-undang tahun 1905 tentang sekularisme.
“Hubungan agama-negara sedang dibentuk ulang melalui Muslim. Kami melihat bahwa sebenarnya kami sedang dalam proses bagaimana pemahaman sekularisme di Prancis nanti," ungkapnya.
Ia mengatakan, mereka menghadapi tuduhan dan kritik meski menjalankan tugasnya secara transparan, dan dalam kerangka hukum. Altas menyebut, Menteri Dalam Negeri Prancis, Gerald Moussa Darmanin telah membuat profil yang tidak mencerminkan kebenaran tentang IGMG.
Baca: Islamophobia Dapat Dicegah, Begini Caranya
Dia mengatakan, tindakan Darmanin terhadap komunitas Muslim tidak normal. Atlat menyebut, RUU kontroversial terhadap separatisme tidak hanya menyangkut Muslim tetapi semua komunitas agama karena melanggar undang-undang tahun 1905 tentang sekularisme.
“Hubungan agama-negara sedang dibentuk ulang melalui Muslim. Kami melihat bahwa sebenarnya kami sedang dalam proses bagaimana pemahaman sekularisme di Prancis nanti," ungkapnya.
Lihat Juga :