Pengadilan PBB Tolak Banding Kasus Genosida Mladic ‘Penjagal Bosnia’
Rabu, 09 Juni 2021 - 03:08 WIB
Namun, Sidang Banding juga menolak banding yang diajukan jaksa penuntut, yang telah meminta hukuman kedua terhadap Mladic atas kejahatan yang dilakukan terhadap Muslim Bosnia dan Kroasia Bosnia di beberapa daerah lain selama perang.
Putusan itu sempat tertunda karena kendala teknis yang terus berlanjut sepanjang sidang.
Mladic telah mengecam pengadilan tersebut selama sidang bandingnya pada Agustus. Dia menyebut pengadilan itu sebagai anak kekuatan Barat. Pengacaranya berargumen bahwa dia jauh dari Srebrenica ketika pembantaian itu terjadi.
Mladic, yang dikenal sebagai "Penjagal Bosnia" adalah salah satu tersangka terakhir yang diadili di Pengadilan Kriminal Internasional PBB untuk bekas Yugoslavia.
Dia ditangkap pada 2011 setelah 16 tahun dalam pelarian.
Pada 2017 dia dinyatakan bersalah atas genosida Srebrenica, tetapi dia dibebaskan dari dakwaan genosida atas kampanye tentaranya pada 1992, di mana orang-orang Bosnia dan Kroasia-Bosnia diusir dari rumah mereka atau ditahan dalam kondisi yang mengerikan.
Pada 2016, pengadilan yang sama menghukum mantan pemimpin Serbia Bosnia Radovan Karadzic karena merencanakan pembantaian Srebrenica, di antara kejahatan lainnya.
Hukuman awal 40 tahun untuk genosida dan kejahatan perang kemudian ditingkatkan menjadi penjara seumur hidup pada 2019, sisa hukumannya akan dia jalani di Inggris.
Apa reaksi keputusan pengadilan? Korban selamat Semso Osmanovic, yang kehilangan 23 anggota keluarga dalam pembantaian itu, mengatakan kepada wartawan BBC Guy De Launey bahwa putusan itu berarti dia akhirnya merasa bisa kembali ke kota asalnya.
Putusan itu sempat tertunda karena kendala teknis yang terus berlanjut sepanjang sidang.
Mladic telah mengecam pengadilan tersebut selama sidang bandingnya pada Agustus. Dia menyebut pengadilan itu sebagai anak kekuatan Barat. Pengacaranya berargumen bahwa dia jauh dari Srebrenica ketika pembantaian itu terjadi.
Mladic, yang dikenal sebagai "Penjagal Bosnia" adalah salah satu tersangka terakhir yang diadili di Pengadilan Kriminal Internasional PBB untuk bekas Yugoslavia.
Dia ditangkap pada 2011 setelah 16 tahun dalam pelarian.
Pada 2017 dia dinyatakan bersalah atas genosida Srebrenica, tetapi dia dibebaskan dari dakwaan genosida atas kampanye tentaranya pada 1992, di mana orang-orang Bosnia dan Kroasia-Bosnia diusir dari rumah mereka atau ditahan dalam kondisi yang mengerikan.
Pada 2016, pengadilan yang sama menghukum mantan pemimpin Serbia Bosnia Radovan Karadzic karena merencanakan pembantaian Srebrenica, di antara kejahatan lainnya.
Hukuman awal 40 tahun untuk genosida dan kejahatan perang kemudian ditingkatkan menjadi penjara seumur hidup pada 2019, sisa hukumannya akan dia jalani di Inggris.
Apa reaksi keputusan pengadilan? Korban selamat Semso Osmanovic, yang kehilangan 23 anggota keluarga dalam pembantaian itu, mengatakan kepada wartawan BBC Guy De Launey bahwa putusan itu berarti dia akhirnya merasa bisa kembali ke kota asalnya.
Lihat Juga :