Netanyahu: Koalisi Oposisi 'Buah' dari Kecurangan Pemilu Terbesar
Senin, 07 Juni 2021 - 21:04 WIB
“Itulah mengapa orang merasa ditipu dan mereka merespons, mereka tidak boleh diam,” sambungnya, merujuk secara tidak langsung pada janji kampanye Bennett untuk tidak bekerja sama dengan Lapid dan lainnya.
Bennett sempat berjanji untuk tidak bermitra dengan partai-partai sayap kiri, tengah dan Arab. Tetapi, pekan lalu dia mengumumkan dengan pemimpin oposisi Yair Lapid bahwa mereka telah membentuk koalisi pemerintahan dengan faksi-faksi dari seluruh spektrum politik.
Di bawah kesepakatan rotasi, Bennett akan menjabat sebagai Perdana Menteri Israel untuk dua tahun pertama, kemudian dua tahun berikutnya adalah Lapid. Baca juga: Korut: Israel Ubah Gaza Jadi 'Rumah Pemotongan Manusia yang Besar'
Tidak ada tanggal yang ditetapkan untuk pemungutan suara di parlemen untuk menyetujui pemerintah baru, sebagai tindak lanjut dari pemilihan umum pada 23 Maret. Tetapi, pemerintahan baru itu diperkirakan akan dilantik pada 14 Juni.
Bennett sempat berjanji untuk tidak bermitra dengan partai-partai sayap kiri, tengah dan Arab. Tetapi, pekan lalu dia mengumumkan dengan pemimpin oposisi Yair Lapid bahwa mereka telah membentuk koalisi pemerintahan dengan faksi-faksi dari seluruh spektrum politik.
Di bawah kesepakatan rotasi, Bennett akan menjabat sebagai Perdana Menteri Israel untuk dua tahun pertama, kemudian dua tahun berikutnya adalah Lapid. Baca juga: Korut: Israel Ubah Gaza Jadi 'Rumah Pemotongan Manusia yang Besar'
Tidak ada tanggal yang ditetapkan untuk pemungutan suara di parlemen untuk menyetujui pemerintah baru, sebagai tindak lanjut dari pemilihan umum pada 23 Maret. Tetapi, pemerintahan baru itu diperkirakan akan dilantik pada 14 Juni.
(ian)
Lihat Juga :