Netanyahu: Koalisi Oposisi 'Buah' dari Kecurangan Pemilu Terbesar

Senin, 07 Juni 2021 - 21:04 WIB
loading...
Netanyahu: Koalisi Oposisi...
Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu mengatakan, koalisi oposisi adalah hasil dari kecurangan pemilu terbesar dalam sejarah demokrasi. Foto/REUTERS
A A A
TEL AVIV - Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu mengatakan, koalisi oposisi adalah hasil dari "kecurangan pemilu terbesar" dalam sejarah demokrasi. Koalisi tersebut, yang dibentuk pekan lalu, siap menggulingkan Netanyahu .

Dia membuat tuduhan tersebut setelah Kepala Badan Keamanan Israel Shin Bet, Nadav Argaman memperingatkan tentang kerusuhan di Tel Aviv, sebagai dampak perpecahan politik.

Netanyahu memfokuskan tuduhannya pada janji kampanye yang dilanggar dari orang yang akan menggantikannya sebagai perdana menteri, yakni Naftali Bennett. Baca juga: Politik Internal Bergejolak, Kerusuhan Gaya Capitol Bayangi Israel

“Kami menyaksikan kecurangan pemilu terbesar dalam sejarah negara ini, menurut pendapat saya dalam sejarah demokrasi mana pun,” kata Netanyahu, seperti dilansir Al Arabiya pada Senin (7/6/2021).

“Itulah mengapa orang merasa ditipu dan mereka merespons, mereka tidak boleh diam,” sambungnya, merujuk secara tidak langsung pada janji kampanye Bennett untuk tidak bekerja sama dengan Lapid dan lainnya.

Bennett sempat berjanji untuk tidak bermitra dengan partai-partai sayap kiri, tengah dan Arab. Tetapi, pekan lalu dia mengumumkan dengan pemimpin oposisi Yair Lapid bahwa mereka telah membentuk koalisi pemerintahan dengan faksi-faksi dari seluruh spektrum politik.

Di bawah kesepakatan rotasi, Bennett akan menjabat sebagai Perdana Menteri Israel untuk dua tahun pertama, kemudian dua tahun berikutnya adalah Lapid. Baca juga: Korut: Israel Ubah Gaza Jadi 'Rumah Pemotongan Manusia yang Besar'

Tidak ada tanggal yang ditetapkan untuk pemungutan suara di parlemen untuk menyetujui pemerintah baru, sebagai tindak lanjut dari pemilihan umum pada 23 Maret. Tetapi, pemerintahan baru itu diperkirakan akan dilantik pada 14 Juni.
(ian)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Jurnalis AS: Trump Tak...
Jurnalis AS: Trump Tak Konsultasi dengan Israel soal Iran untuk Lemahkan Posisi Netanyahu
Kecaman Wapres AS ke...
Kecaman Wapres AS ke Israel Makin Pedas: Senjatamu Dibayar dengan Uang Pajak Amerika!
AS atau Iran yang Menang...
AS atau Iran yang Menang Perang? Ini Jawaban Mengejutkan 10 Pakar Militer
Senator Amerika Geram...
Senator Amerika Geram dengan Kesepakatan AS dan Iran: 'Jujur Saja, Kita Menyerah'
AS dan Iran Berdamai,...
AS dan Iran Berdamai, Wapres Amerika Berbalik Kecam Israel
Pemimpin Hizbullah:...
Pemimpin Hizbullah: Perlawanan Gagalkan Proyek Israel Raya, Perlucutan Senjata Tak akan Disetujui
PKB Minta PDIP Tegas...
PKB Minta PDIP Tegas soal Posisi terhadap Pemerintah: Jangan Abu-abu
MoU Ditandatangani,...
MoU Ditandatangani, Iran Nyatakan Kemenangan Atas AS
Ini Alasan Trump Ingin...
Ini Alasan Trump Ingin Buru-Buru Teken Perjanjian Damai dengan Iran
Rekomendasi
Lewat Green Zakat, BSI...
Lewat Green Zakat, BSI Ajak Masyarakat Ubah Sampah Jadi Investasi Emas
OJK Respons Penilaian...
OJK Respons Penilaian MSCI ke Pasar Modal Indonesia: Tahan Status Emerging Market dengan Catatan
Navigasi Kompleksitas...
Navigasi Kompleksitas Bisnis 2026, Grab For Business Dorong Pelaku Usaha Scale Smarter dan Execute Faster
Berita Terkini
Hizbullah Peringatkan...
Hizbullah Peringatkan Israel Punya Waktu 60 hari untuk Mundur dari Lebanon
Swiss Ungkap Perundingan...
Swiss Ungkap Perundingan AS-Iran Tidak Jadi Digelar, Wapres Vance Batalkan Perjalanan
Jurnalis AS: Trump Tak...
Jurnalis AS: Trump Tak Konsultasi dengan Israel soal Iran untuk Lemahkan Posisi Netanyahu
Taliban Larang Warga...
Taliban Larang Warga Afghanistan Gunakan Ponsel Pintar, Jika Nekat Bakal Dihancurkan
Komite Administrasi...
Komite Administrasi Gaza Ungkap Prioritas Rekonstruksi Sudah Ditetapkan, Siap Mulai Pekerjaan
Kecaman Wapres AS ke...
Kecaman Wapres AS ke Israel Makin Pedas: Senjatamu Dibayar dengan Uang Pajak Amerika!
Infografis
APBN Pernah Jebol Nyaris...
APBN Pernah Jebol Nyaris Rp1.000 Triliun, Ini 6 Defisit Terbesar Sepanjang Sejarah Indonesia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved