Tolak Pembangunan Kampus China, Ribuan Warga Hongaria Turun ke Jalan
Minggu, 06 Juni 2021 - 08:11 WIB
Pemerintah Hongaria menandatangani perjanjian dengan Universitas Fudan yang berbasis di Shanghai pada bulan April untuk membangun kampus di sebuah lokasi di Budapest yang sebelumnya direncanakan untuk pembangunan sebuah desa asrama bagi mahasiswa Hongaria.
Pemerintah Hongaria mengatakan Fudan adalah institusi kelas dunia dan kampus akan memungkinkan siswa untuk belajar dari yang terbaik.
Kantor berita MTI mengutip Tamas Schanda, seorang wakil menteri pemerintah, yang mengatakan aksi protes itu sebagai sesuatu yang tidak perlu dan menolak "histeria politik" berdasarkan gosip serta laporan media yang tidak berdasar.
Politisi oposisi dan ekonom telah mengkritik apa yang mereka katakan akan menjadi biaya proyek yang tinggi dan kurangnya transparansi. Wali Kota Budapest sendiri menentang rencana tersebut.
Baca juga: Sekutu Israel, Hongaria Kutuk Seruan Gencatan Senjata Uni Eropa
"Fidesz menjual grosir perumahan mahasiswa Hongaria, dan masa depan mereka, hanya agar dapat membawa universitas elit kediktatoran China ke negara itu," kata penyelenggara protes di Facebook.
Pemerintah Hongaria mengatakan Fudan adalah institusi kelas dunia dan kampus akan memungkinkan siswa untuk belajar dari yang terbaik.
Kantor berita MTI mengutip Tamas Schanda, seorang wakil menteri pemerintah, yang mengatakan aksi protes itu sebagai sesuatu yang tidak perlu dan menolak "histeria politik" berdasarkan gosip serta laporan media yang tidak berdasar.
Politisi oposisi dan ekonom telah mengkritik apa yang mereka katakan akan menjadi biaya proyek yang tinggi dan kurangnya transparansi. Wali Kota Budapest sendiri menentang rencana tersebut.
Baca juga: Sekutu Israel, Hongaria Kutuk Seruan Gencatan Senjata Uni Eropa
"Fidesz menjual grosir perumahan mahasiswa Hongaria, dan masa depan mereka, hanya agar dapat membawa universitas elit kediktatoran China ke negara itu," kata penyelenggara protes di Facebook.
Lihat Juga :