Bos Mafia Sebut Turki Persenjatai Teroris di Suriah, Rezim Erdogan Geram
Selasa, 01 Juni 2021 - 12:15 WIB
Senjata-senjata itu pada gilirannya diterima anggota Front al-Nusra, sebuah kelompok ekstremis di Suriah yang terkait dengan al-Qaeda. Saat ini, kelompok tersebut telah mengubah namanya menjadi Hayat Tahrir al-Sham (HTS), yang saat ini merupakan kelompok teroris paling dominan di Suriah barat laut yang bekerja sama dengan proksi dukungan Turki lainnya di wilayah tersebut.
Sehari sebelum Paker merilis video kedelapan, surat kabar sayap kiri sekuler; Cumhuriyet, merilis cuplikan video truk yang diduga milik MİT, yang menurutnya, sebagai konfirmasi atas pengangkutan setidaknya 1.000 peluru mortir, 1.000 peluru artileri dan lebih dari 80.000 butir peluru dari berbagai kaliber.
Surat kabar itu sejatinya sudah mulai mengungkap skandal pengiriman senjata itu pada November 2013 dan Januari 2014. Saat itu, dilaporkan bahwa senjata dikirim oleh pasukan gendarmerie di dekat perbatasan Suriah, di provinsi Adana, Turki.
Menyusul tindakan berani surat kabar Cumhuriyet, pemimpin redaksi surat kabar tersebut pada saat itu, jurnalis veteran Can Dundar, didakwa melakukan spionase dan ditahan selama beberapa bulan.
Pada Oktober tahun lalu, pengadilan menyita semua aset Dundar, yang tinggal di pengasingan di Jerman sejak dibebaskan dari penjara. Pada bulan Desember, jurnalis itu dijatuhi hukuman 27 tahun penjara.
Baca juga: Pangeran Pahlavi: Akhir dari Rezim Iran Hanya Masalah Waktu
Sehari sebelum Paker merilis video kedelapan, surat kabar sayap kiri sekuler; Cumhuriyet, merilis cuplikan video truk yang diduga milik MİT, yang menurutnya, sebagai konfirmasi atas pengangkutan setidaknya 1.000 peluru mortir, 1.000 peluru artileri dan lebih dari 80.000 butir peluru dari berbagai kaliber.
Surat kabar itu sejatinya sudah mulai mengungkap skandal pengiriman senjata itu pada November 2013 dan Januari 2014. Saat itu, dilaporkan bahwa senjata dikirim oleh pasukan gendarmerie di dekat perbatasan Suriah, di provinsi Adana, Turki.
Menyusul tindakan berani surat kabar Cumhuriyet, pemimpin redaksi surat kabar tersebut pada saat itu, jurnalis veteran Can Dundar, didakwa melakukan spionase dan ditahan selama beberapa bulan.
Pada Oktober tahun lalu, pengadilan menyita semua aset Dundar, yang tinggal di pengasingan di Jerman sejak dibebaskan dari penjara. Pada bulan Desember, jurnalis itu dijatuhi hukuman 27 tahun penjara.
Baca juga: Pangeran Pahlavi: Akhir dari Rezim Iran Hanya Masalah Waktu
Lihat Juga :