Pastor Katolik Usul Pemilu Online untuk Pilih Pemimpin Baru Palestina
Minggu, 30 Mei 2021 - 06:03 WIB
Pastor Musallam melanjutkan, "Saya pikir efek Nakba pertama pada 1948 dan Nakba kedua 1993 (Oslo) telah diencerkan oleh jejak waktu sehingga kita harus beralih ke Nakba ketiga, tragedi yang mulai membayang, termasuk negara Palestina di Tepi Barat dan Gaza tanpa Yerusalem dan tanpa hak untuk kembali, karena Israel tidak akan mengembalikan Yerusalem kepada orang Arab dan tidak akan mengembalikan pengungsi ke rumah mereka hingga itu menghilang."
Baca juga: Amnesty: Israel Harus Batalkan Rencana Usir Paksa Keluarga Palestina di Silwan
Dia menambahkan, "Mereka menertawakan kita karena mereka meremehkan kita. Saya khawatir otoritas (Otoritas Palestina) adalah pihak yang menertawakan kita, dan kita sangat khawatir mereka akan menerima proyek ini karena mereka telah setuju mengadopsi perjanjian Oslo dengan harapan mencapai resolusi damai untuk masalah ini."
Baca juga: Saat Perang Berdarah, 43 Warga Gaza Diduga Jadi Mata-mata Israel
Musallam menyimpulkan, “Mereka memberi tahu kami, orang-orang menunggu negosiasi! Orang-orang menunggu Otoritas! Tetapi saran saya untuk Anda adalah, hai orang-orang perlawanan jangan menunggu, hai orang-orang Yerusalem jangan menunggu, hai orang-orang pengungsi jangan menunggu, hai orang-orang misil jangan menunggu. Memberontak dengan amarah rakyatku untuk menjadi rakyat emansipasi.”
Baca juga: Amnesty: Israel Harus Batalkan Rencana Usir Paksa Keluarga Palestina di Silwan
Dia menambahkan, "Mereka menertawakan kita karena mereka meremehkan kita. Saya khawatir otoritas (Otoritas Palestina) adalah pihak yang menertawakan kita, dan kita sangat khawatir mereka akan menerima proyek ini karena mereka telah setuju mengadopsi perjanjian Oslo dengan harapan mencapai resolusi damai untuk masalah ini."
Baca juga: Saat Perang Berdarah, 43 Warga Gaza Diduga Jadi Mata-mata Israel
Musallam menyimpulkan, “Mereka memberi tahu kami, orang-orang menunggu negosiasi! Orang-orang menunggu Otoritas! Tetapi saran saya untuk Anda adalah, hai orang-orang perlawanan jangan menunggu, hai orang-orang Yerusalem jangan menunggu, hai orang-orang pengungsi jangan menunggu, hai orang-orang misil jangan menunggu. Memberontak dengan amarah rakyatku untuk menjadi rakyat emansipasi.”
(sya)
Lihat Juga :