120 Juta Derajat Celsius dalam 101 Detik, 'Matahari Buatan' China Cetak Rekor Dunia
Sabtu, 29 Mei 2021 - 12:55 WIB
Baca juga: Biden pada Militer AS: Xi Jinping Percaya China Akan Miliki Amerika dalam 10 Tahun
Reaktor tersebut dijuluki "matahari buatan", tetapi menurut Laboratorium Propulsi Jet NASA, pusat matahari hanya 15 juta derajat Celcius, yang berarti perangkat itu beberapa kali lebih panas daripada matahari sungguhan.
Tenaga fusi telah lama dicari karena keluaran energinya yang sangat besar dan produksi yang bersih. Sementara pembangkit listrik tenaga nuklir yang memecah bahan bakar uranium atau plutonium untuk melepaskan energi menghasilkan bahan radioaktif dalam jumlah besar yang harus disimpan dan dibuang dengan benar, reaksi fusi menggabungkan atom hidrogen untuk membuat helium, yang tidak berbahaya dan sebenarnya sangat dicari sebagai pendingin untuk produksi magnet dan chip semikonduktor.
Kekurangan helium dalam beberapa tahun terakhir telah membuat harga helium melonjak karena sumber-sumber lama mulai menyusut.
Reaktor tersebut dijuluki "matahari buatan", tetapi menurut Laboratorium Propulsi Jet NASA, pusat matahari hanya 15 juta derajat Celcius, yang berarti perangkat itu beberapa kali lebih panas daripada matahari sungguhan.
Tenaga fusi telah lama dicari karena keluaran energinya yang sangat besar dan produksi yang bersih. Sementara pembangkit listrik tenaga nuklir yang memecah bahan bakar uranium atau plutonium untuk melepaskan energi menghasilkan bahan radioaktif dalam jumlah besar yang harus disimpan dan dibuang dengan benar, reaksi fusi menggabungkan atom hidrogen untuk membuat helium, yang tidak berbahaya dan sebenarnya sangat dicari sebagai pendingin untuk produksi magnet dan chip semikonduktor.
Kekurangan helium dalam beberapa tahun terakhir telah membuat harga helium melonjak karena sumber-sumber lama mulai menyusut.
(min)
Lihat Juga :