Dipromosikan Trump Obati Covid-19, Obat Anti Malaria Ternyata Berbahaya
Sabtu, 23 Mei 2020 - 16:53 WIB
Risiko berkembang menjadi masalah irama jantung yang serius lebih dari lima kali lebih besar.
Menurut kepala penyakit menular di Vanderbilt University Medical Center, Dr David Aronoff, meskipun hanya observasional, ukuran dan ruang lingkup penelitian ini memberikan banyak dampak.
"Ini benar-benar memberi kita tingkat kepercayaan bahwa kita tidak mungkin melihat manfaat besar dari obat ini dalam pengobatan Covid-19 dan mungkin membahayakan," kata Dr Aronoff, yang tidak terlibat dalam penelitian.
Presiden Trump telah berulang kali mendorong obat-obatan anti malaria untuk mengobati virus Corona. Ia bahkan mengatakan menggunakan hydroxychloroquine untuk mencoba mencegah infeksi atau meminimalkan gejala dari virus Corona.
Presiden Trump - yang sebelumnya telah menyarankan penyembuhan virus corona seperti menyuntikkan disinfektan - mengutip "seruan" dan "cerita bagus" sebagai bukti keberhasilan hydroxychloroquine.
Menurut kepala penyakit menular di Vanderbilt University Medical Center, Dr David Aronoff, meskipun hanya observasional, ukuran dan ruang lingkup penelitian ini memberikan banyak dampak.
"Ini benar-benar memberi kita tingkat kepercayaan bahwa kita tidak mungkin melihat manfaat besar dari obat ini dalam pengobatan Covid-19 dan mungkin membahayakan," kata Dr Aronoff, yang tidak terlibat dalam penelitian.
Presiden Trump telah berulang kali mendorong obat-obatan anti malaria untuk mengobati virus Corona. Ia bahkan mengatakan menggunakan hydroxychloroquine untuk mencoba mencegah infeksi atau meminimalkan gejala dari virus Corona.
Presiden Trump - yang sebelumnya telah menyarankan penyembuhan virus corona seperti menyuntikkan disinfektan - mengutip "seruan" dan "cerita bagus" sebagai bukti keberhasilan hydroxychloroquine.
Lihat Juga :