Jumat, DK PBB Gelar Pertemuan Soal Konflik Israel-Palestina
Kamis, 13 Mei 2021 - 17:38 WIB
Ketika ditanya tentang ketidakmampuan DK PBB, badan yang bertanggung jawab atas perdamaian dunia, untuk berbicara tentang bentrokan Israel-Palestina, juru bicara PBB Stephane Dujarric mengungkapkan harapan untuk perubahan haluan segera.
"Situasi internasional apa pun akan selalu mendapat manfaat dari suara yang kuat dan bersatu dari Dewan Keamanan," imbuhnya.
Utusan PBB untuk Timur Tengah Tor Wennesland telah memperingatkan pertemuan Rabu bahwa situasi telah memburuk sejak Senin.
"Ada risiko spiral kekerasan," menurut sumber diplomatik.
Baca juga: PBB Peringatkan Perang Skala Penuh Saat AS Bela Israel
Serangan di Jalur Gaza dan kerusuhan di kota-kota campuran Yahudi-Arab di Israel telah memicu kekhawatiran yang meningkat bahwa kekerasan mematikan antara Israel dan Palestina dapat berubah menjadi perang skala penuh.
Hamas meluncurkan roket ke Israel mulai Senin setelah ultimatum yang dikeluarkannya kepada pasukan Israel untuk menghentikan serangan itu berakhir.
Permusuhan paling intens dalam tujuh tahun telah menewaskan sedikitnya 65 orang di Gaza, termasuk 16 anak-anak, dan tujuh di Israel, termasuk seorang tentara dan satu warga negara India, sejak Senin.
"Situasi internasional apa pun akan selalu mendapat manfaat dari suara yang kuat dan bersatu dari Dewan Keamanan," imbuhnya.
Utusan PBB untuk Timur Tengah Tor Wennesland telah memperingatkan pertemuan Rabu bahwa situasi telah memburuk sejak Senin.
"Ada risiko spiral kekerasan," menurut sumber diplomatik.
Baca juga: PBB Peringatkan Perang Skala Penuh Saat AS Bela Israel
Serangan di Jalur Gaza dan kerusuhan di kota-kota campuran Yahudi-Arab di Israel telah memicu kekhawatiran yang meningkat bahwa kekerasan mematikan antara Israel dan Palestina dapat berubah menjadi perang skala penuh.
Hamas meluncurkan roket ke Israel mulai Senin setelah ultimatum yang dikeluarkannya kepada pasukan Israel untuk menghentikan serangan itu berakhir.
Permusuhan paling intens dalam tujuh tahun telah menewaskan sedikitnya 65 orang di Gaza, termasuk 16 anak-anak, dan tujuh di Israel, termasuk seorang tentara dan satu warga negara India, sejak Senin.
(ian)
Lihat Juga :