Separuh Warga Myanmar Diprediksi Jatuh ke Jurang Kemiskinan pada 2022
Senin, 10 Mei 2021 - 01:00 WIB
Dia menuturkan, kemajuan negara itu mungkin akan mundur ke tahun 2005, ketika negara itu juga berada di bawah kekuasaan militer dan separuh penduduknya miskin.
Baca: Kelompok Pemberontak Klaim Tembak Jatuh Helikopter Militer Myanmar
Dalam laporannya, UNDP mengatakan bahwa pada akhir tahun lalu, rata-rata 83 persen rumah tangga melaporkan pendapatan mereka telah dipotong hampir setengahnya karena pandemi. Jumlah orang yang hidup di bawah garis kemiskinan diperkirakan meningkat 11 persen karena efek sosio-ekonomi pandemi.
Sementara itu, laporan tersebut mengatakan situasi keamanan yang memburuk, serta ancaman terhadap HAM dan pembangunan, di Myanmar sejak kudeta 1 Februari dapat meningkatkan tingkat kemiskinan hingga 12 persen pada awal tahun depan.
Myanmar berada dalam kekacauan sejak militer menggulingkan pemerintahan Aung San Suu Kyi, menahan dia dan politisi sipil lainnya. Militer juga menindak keras para demonstran yang menolak kudeta. Laporan tersebut mengatakan perempuan dan anak-anak akan menanggung beban terberat dari krisis.
Baca: Rusia Nyatakan Dukung Konsensus ASEAN Soal Myanmar
Baca: Kelompok Pemberontak Klaim Tembak Jatuh Helikopter Militer Myanmar
Dalam laporannya, UNDP mengatakan bahwa pada akhir tahun lalu, rata-rata 83 persen rumah tangga melaporkan pendapatan mereka telah dipotong hampir setengahnya karena pandemi. Jumlah orang yang hidup di bawah garis kemiskinan diperkirakan meningkat 11 persen karena efek sosio-ekonomi pandemi.
Sementara itu, laporan tersebut mengatakan situasi keamanan yang memburuk, serta ancaman terhadap HAM dan pembangunan, di Myanmar sejak kudeta 1 Februari dapat meningkatkan tingkat kemiskinan hingga 12 persen pada awal tahun depan.
Myanmar berada dalam kekacauan sejak militer menggulingkan pemerintahan Aung San Suu Kyi, menahan dia dan politisi sipil lainnya. Militer juga menindak keras para demonstran yang menolak kudeta. Laporan tersebut mengatakan perempuan dan anak-anak akan menanggung beban terberat dari krisis.
Baca: Rusia Nyatakan Dukung Konsensus ASEAN Soal Myanmar
Lihat Juga :