Kasus COVID-19 di India Kembali Tembus 400 Ribu
Kamis, 06 Mei 2021 - 14:31 WIB
Sebagian besar rumah sakit di India tidak dilengkapi dengan pabrik independen yang menghasilkan oksigen langsung untuk pasien. Akibatnya, rumah sakit biasanya mengandalkan oksigen cair, yang dapat disimpan dalam silinder dan diangkut dalam kapal tanker kriogenik. Namun di tengah lonjakan, pasokan di tempat-tempat yang terkena dampak paling parah seperti New Delhi semakin menipis.
Menteri Kesehatan Harsh Vardhan mengatakan India memiliki cukup oksigen cair tetapi menghadapi kendala kapasitas untuk memindahkannya. Sebagian besar oksigen diproduksi di bagian timur India sementara permintaan meningkat di bagian utara dan barat.
K. Vijay Raghvan, penasihat ilmiah utama pemerintah, mengatakan fase pandemi ini adalah waktu yang sangat kritis bagi negaranya.
Amerika Serikat (AS), Inggris, Jerman, dan beberapa negara lain sedang terburu-buru melakukan terapi, tes virus cepat dan oksigen, bersama dengan bahan yang dibutuhkan untuk meningkatkan produksi domestik vaksin COVID-19 guna mengurangi tekanan pada infrastruktur kesehatan India yang rapuh.
Produksi vaksin India diharapkan mendapat dorongan dengan AS mendukung pengabaian perlindungan kekayaan intelektual untuk vaksin COVID-19.
Baca juga: Pengadilan India: Kematian Akibat Krisis Oksigen Sama dengan Genosida
Menteri Kesehatan Harsh Vardhan mengatakan India memiliki cukup oksigen cair tetapi menghadapi kendala kapasitas untuk memindahkannya. Sebagian besar oksigen diproduksi di bagian timur India sementara permintaan meningkat di bagian utara dan barat.
K. Vijay Raghvan, penasihat ilmiah utama pemerintah, mengatakan fase pandemi ini adalah waktu yang sangat kritis bagi negaranya.
Amerika Serikat (AS), Inggris, Jerman, dan beberapa negara lain sedang terburu-buru melakukan terapi, tes virus cepat dan oksigen, bersama dengan bahan yang dibutuhkan untuk meningkatkan produksi domestik vaksin COVID-19 guna mengurangi tekanan pada infrastruktur kesehatan India yang rapuh.
Produksi vaksin India diharapkan mendapat dorongan dengan AS mendukung pengabaian perlindungan kekayaan intelektual untuk vaksin COVID-19.
Baca juga: Pengadilan India: Kematian Akibat Krisis Oksigen Sama dengan Genosida
Lihat Juga :