Prancis Dilaporkan Bersiap Uji Coba Rudal Hipersonik Pertamanya
Rabu, 28 April 2021 - 14:26 WIB
Baca juga: Rusia Uji Sistem Rudal yang Dirancang untuk Ledakkan Rudal Luar Angkasa
Sementara tiga dari empat zona yang diuraikan dalam peringatan itu mengikuti lintasan balistik, menandai tempat-tempat di mana tahapan roket kemungkinan akan jatuh kembali ke Bumi, zona keempat dan terakhir merupakan zona larangan terbang yang secara signifikan tidak teratur, berada di sebelah selatan di mana "seharusnya" rudal itu jatuh jika itu adalah rudal balistik biasa.
Di blognya, di mana dia biasanya melacak satelit di orbit, Langbroek menduga situs peluncuran yang tidak biasa itu mungkin berarti rudal itu akan menjadi jenis baru yang belum bisa diluncurkan dari kapal selam. Dia berspekulasi zona percikan yang tidak selaras bisa menjadi upaya baru pada penyebaran tidak langsung dari multiple independent reentry vehicles (MIRVs), yang merupakan hulu ledak nuklir yang dapat bermanuver yang dibawa di atas rudal balistik yang dapat mengenai target terpisah satu sama lain.
Namun, Joseph Trevithick dari The War Zone menyarankan opsi yang lebih berani: bagaimana jika tes misterius ini akan menjadi debut senjata hipersonik eksperimental "V-Max" Prancis?
Pada 2019, Paris mengumumkan akan terjun ke perlombaan untuk rudal berkemampuan Mach 5, menggandeng ArianeGroup, pembuat rudal balistik yang diluncurkan kapal selam (SLBM) M51, untuk mengembangkan kendaraan luncur "Vehicule Manoeuvrant Experimental" (V-Max). Menteri Pertahanan Prancis Florence Parly memperkirakan rudal itu akan terbang untuk pertama kalinya sebelum akhir 2021.
Sementara tiga dari empat zona yang diuraikan dalam peringatan itu mengikuti lintasan balistik, menandai tempat-tempat di mana tahapan roket kemungkinan akan jatuh kembali ke Bumi, zona keempat dan terakhir merupakan zona larangan terbang yang secara signifikan tidak teratur, berada di sebelah selatan di mana "seharusnya" rudal itu jatuh jika itu adalah rudal balistik biasa.
Di blognya, di mana dia biasanya melacak satelit di orbit, Langbroek menduga situs peluncuran yang tidak biasa itu mungkin berarti rudal itu akan menjadi jenis baru yang belum bisa diluncurkan dari kapal selam. Dia berspekulasi zona percikan yang tidak selaras bisa menjadi upaya baru pada penyebaran tidak langsung dari multiple independent reentry vehicles (MIRVs), yang merupakan hulu ledak nuklir yang dapat bermanuver yang dibawa di atas rudal balistik yang dapat mengenai target terpisah satu sama lain.
Namun, Joseph Trevithick dari The War Zone menyarankan opsi yang lebih berani: bagaimana jika tes misterius ini akan menjadi debut senjata hipersonik eksperimental "V-Max" Prancis?
Pada 2019, Paris mengumumkan akan terjun ke perlombaan untuk rudal berkemampuan Mach 5, menggandeng ArianeGroup, pembuat rudal balistik yang diluncurkan kapal selam (SLBM) M51, untuk mengembangkan kendaraan luncur "Vehicule Manoeuvrant Experimental" (V-Max). Menteri Pertahanan Prancis Florence Parly memperkirakan rudal itu akan terbang untuk pertama kalinya sebelum akhir 2021.
Lihat Juga :