AS Resmi Usir Turki dari Program F-35, tapi Uang Belum Dikembalikan

Jum'at, 23 April 2021 - 10:29 WIB
Saat Ankara menyuarakan dukungan untuk Kiev di tengah penumpukan pasukan militer Rusia di sepanjang perbatasannya dengan Ukraina, hubungan pertahanan Turki dengan Moskow mungkin menjadi tidak berkelanjutan dalam jangka pendek.

Wakil Perdana Menteri Rusia Yuri Borisov mengatakan pada hari Rabu bahwa Kremlin akan meneliti prospek kerjasama militer dan teknis dengan Turki jika Ankara mengirimkan drone ke Ukraina.

Hal itu dipicu oleh laporan di surat kabar pro-pemerintah Turki yang mengeklaim bahwa Ankara siap menjual senjata dan drone ke semua negara, termasuk Ukraina, menyusul keberhasilan penempatan mereka dalam konflik baru-baru ini antara Armenia dan Azerbaijan di Nagorno-Karabakh.

Baca juga: Eks Komandan Nuklir Inggris: Jika Sesuatu Terjadi, Kapal Selam Nanggala-402 Mustahil Ditemukan

Ulgen mengatakan masa depan kerjasama militer dan industri dengan Rusia masih tertutup, dengan pernyataan Borisov yang menunjukkan betapa sulitnya mengandalkan Moskow sebagai mitra yang aman.

“Ini juga menunjukkan perbedaan antara mencoba mencari pemasok alternatif di luar kerangka NATO. Tidak seperti beberapa mitra NATO seperti Kanada, yang menghentikan pasokan beberapa bahan tertentu dan tidak melampaui itu, Rusia mencoba untuk mendapatkan dan menggunakan pengaruh atas Turki, dan memberikan tekanan pada posisi kebijakan luar negeri Turki melalui jalur pasokannya ke militer," paparnya.

Pekan lalu, Kanada membatalkan izin ekspor senjata berteknologi tinggi ke Turki karena "bukti kredibel" bahwa teknologi Kanada, sebagai pengguna akhir, dialihkan ke pertempuran di Nagorno-Karabakh tahun lalu.
(min)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!