AS Berupaya Cegah Arab Saudi Memperoleh Bom Nuklir

Sabtu, 17 April 2021 - 14:58 WIB
Jika disahkan, tindakan tersebut akan mengharuskan administrasi Joe Biden untuk menentukan apakah ada orang atau negara asing yang telah mentransfer atau mengekspor item "Kategori Satu" ke Arab Saudi di bawah Rezim Kontrol Teknologi Rudal (MTCR), pemahaman politik informal yang bertujuan untuk membatasi jumlah proliferasi rudal di seluruh dunia.

Item "Kategori Satu" akan mencakup sistem kendaraan udara tak berawak seperti rudal balistik, rudal jelajah, dan drone target yang mampu mengirimkan muatan setidaknya 500kg ke jarak setidaknya 300 km.

Jika entitas seperti itu ditemukan, RUU tersebut akan meminta Gedung Putih untuk memberikan sanksi kepada mereka.

RUU itu juga akan menghentikan sebagian besar penjualan senjata AS ke Arab Saudi, jika diketahui bahwa kerajaan menerima bantuan dalam membangun fasilitas siklus bahan bakar nuklir yang tidak di bawah standar yang ditetapkan oleh Badan Energi Atom Internasional (IAEA).

Arab Saudi belum menandatangani pembatasan yang sama untuk proliferasi nuklir yang dimiliki negara lain, dan negara tersebut hanya memiliki perjanjian perlindungan terbatas dengan IAEA.

Proyek Nuklir Saudi

Selama bertahun-tahun, Arab Saudi telah mencoba untuk mendiversifikasi sumber energinya sehingga dapat mengekspor lebih banyak minyaknya, daripada menjualnya di dalam negeri dengan harga bersubsidi.

Riyadh menandatangani kesepakatan dengan Beijing pada 2012 dan 2017 untuk kerjasama dalam sejumlah proyek energi nuklir, dan kerajaan tersebut telah mengerjakan dua reaktor nuklir komersial pertamanya dengan total 2,8 gigawatt.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!