Terungkap, CIA Ingin Habisi Raul Castro Melalui Pilot
Sabtu, 17 April 2021 - 14:08 WIB
Setelah Martinez berangkat ke Praha, markas CIA di Amerika Serikat mengatakan kepada stasiun Havana-nya untuk membatalkan misi tersebut.
"Jangan mengejar," bunyi perintah dari markas CIA di AS.
Pada saat itu, pilot sudah tidak dapat dihubungi. Ketika dia kembali ke Kuba, Martinez memberi tahu perekrutnya bahwa dia tidak punya kesempatan untuk mengatur kecelakaan seperti yang telah didiskusikan.
Plot itu terungkap ketika Raul Castro—adik laki-laki mendiang pemimpin revolusioner Fidel Castro—bersiap untuk meninggalkan politik Kuba dengan mundur sebagai kepala Partai Komunis Kuba yang sangat kuat.
Mundurnya Raul Castro mengakhiri kekuasaan keluarga Castro hampir enam dekade di Kuba yang dimulai pada tahun 1959.
Kendali kekuasaan sekarang diberikan kepada Miguel Diaz-Canel, 60, yang telah menjabat sebagai presiden Kuba sejak 2018.
"Jangan mengejar," bunyi perintah dari markas CIA di AS.
Pada saat itu, pilot sudah tidak dapat dihubungi. Ketika dia kembali ke Kuba, Martinez memberi tahu perekrutnya bahwa dia tidak punya kesempatan untuk mengatur kecelakaan seperti yang telah didiskusikan.
Plot itu terungkap ketika Raul Castro—adik laki-laki mendiang pemimpin revolusioner Fidel Castro—bersiap untuk meninggalkan politik Kuba dengan mundur sebagai kepala Partai Komunis Kuba yang sangat kuat.
Mundurnya Raul Castro mengakhiri kekuasaan keluarga Castro hampir enam dekade di Kuba yang dimulai pada tahun 1959.
Kendali kekuasaan sekarang diberikan kepada Miguel Diaz-Canel, 60, yang telah menjabat sebagai presiden Kuba sejak 2018.
Lihat Juga :