Dubes Inggris: Pangeran Philip Bantu Saya Temukan Jati Diri

Kamis, 15 April 2021 - 17:43 WIB
Kedua, jelasnya, melalui skema Duke of Edinburgh Award, yang kini beroperasi di 140 negara di dunia, termasuk Indonesia. Program ini mendorong kaum muda berusia 14-24 tahun untuk berkontribusi dalam komunitasnya melalui kerja amal, pengalaman berpetualang di alam, dan belajar keterampilan di luar kelas.

"Seandainya dia tidak melakukan hal lain, Pangeran Philip mungkin akan lebih dikenang melalui skema ini. Pada 2017, lebih dari enam juta kaum muda telah mengambil bagian dalam program ini di Inggris dan delapan juta lainnya telah berpartisipasi di seluruh dunia," ungkapnya. Baca juga: Dengan Tembakan Meriam dan Bunga, Inggris Hormati Pangeran Philip

Setiap tahun, menurutnya, sekitar 300 ribu kaum muda mengikuti program ini untuk mendapatkan penghargaan Duke of Edinburgh di Inggris, dengan menjadi sukarelawan dan bekerja di badan-badan amal di Inggris. Di Indonesia, sekitar 1500 kaum muda juga berpartisipasi setiap tahunnya dalam program ini.

"Saya sendiri pernah memenangkan penghargaan emas ini beberapa tahun yang lalu - dan membawa ayah saya untuk menerima penghargaan dari Pangeran Philip di Istana Buckingham. Penghargaan tersebut berhasil mendorong saya untuk menemukan jati diri saya, membuat saya lebih mandiri dan bertanggung jawab, serta membantu kita menjembatani kesenjangan antara masa kecil dan dewasa," ungkapnya.

Pangeran Philip, paparnya, dapat mengantisipasi perjalanan itu karena dia memiliki sifat dan kualitas terbaik manusia, kesetiaan, ketabahan, keberanian, bahkan dalam menghadapi bahaya, kepedulian terhadap orang lain, keyakinan yang diiringi dengan pemikiran yang kritis, berbicara terus terang untuk tujuan yang dia pedulikan, dan melakukan semua itu dengan selera humor yang tinggi.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!