Pertama di Dunia, Denmark Setop Penggunaan Vaksin COVID-19 AstraZeneca
Kamis, 15 April 2021 - 01:02 WIB
Baca juga: Kapal Milik Perusahaan Israel Diserang di Lepas Pantai UEA
“Berdasarkan pertimbangan keseluruhan, kami memilih melanjutkan program vaksinasi untuk semua kelompok sasaran tanpa vaksin ini,” ungkap Brostrom.
Baca juga: Sejumlah Media Iran Klaim Markas Mossad di Irak Diserang
Pengawas obat Uni Eropa (UE) mengatakan pekan lalu telah menemukan kemungkinan hubungan antara vaksin AstraZeneca dan trombosis sinus vena serebral (CVST), pembekuan darah otak, tetapi mengatakan risiko kematian akibat COVID-19 "jauh lebih besar" daripada risiko kematian akibat efek samping yang jarang.
Pada 4 April, European Medicines Agency telah menerima laporan 169 kasus CVST setelah 34 juta dosis Astrazeneca diberikan di Wilayah Ekonomi Eropa.
Regulator UE, bagaimanapun, menyerahkan kepada masing-masing negara untuk membuat penilaian risiko mereka sendiri dan memutuskan bagaimana cara mengelola vaksin.
“Berdasarkan pertimbangan keseluruhan, kami memilih melanjutkan program vaksinasi untuk semua kelompok sasaran tanpa vaksin ini,” ungkap Brostrom.
Baca juga: Sejumlah Media Iran Klaim Markas Mossad di Irak Diserang
Pengawas obat Uni Eropa (UE) mengatakan pekan lalu telah menemukan kemungkinan hubungan antara vaksin AstraZeneca dan trombosis sinus vena serebral (CVST), pembekuan darah otak, tetapi mengatakan risiko kematian akibat COVID-19 "jauh lebih besar" daripada risiko kematian akibat efek samping yang jarang.
Pada 4 April, European Medicines Agency telah menerima laporan 169 kasus CVST setelah 34 juta dosis Astrazeneca diberikan di Wilayah Ekonomi Eropa.
Regulator UE, bagaimanapun, menyerahkan kepada masing-masing negara untuk membuat penilaian risiko mereka sendiri dan memutuskan bagaimana cara mengelola vaksin.
Lihat Juga :