AS dan NATO Kompak, Tarik Pasukan dari Afghanistan Sebelum 11 September
Rabu, 14 April 2021 - 22:01 WIB
Pada hari Selasa, pemerintahan Biden mengatakan akan memulai penarikan pada Mei dan selesai hampir 20 tahun setelah serangan di World Trade Center di New York yang memulai "perang melawan teror" yang panjang. Ancaman dari Taliban ke AS dinilai berada pada level di mana kehadiran militer tidak lagi diperlukan.
Baca juga: Biden Tarik Pasukan AS dari Afghanistan pada 11 September
Jerman, yang menyumbang 1.300 tentara untuk pelatihan dan misi stabilisasi, mengindikasikan akan mendukung penarikan pasukan menjelang pertemuan virtual.
"Kami selalu berkata: kami akan masuk bersama, kami akan pergi bersama," ucap Menteri Pertahanan Jerman Annegret Kramp-Karrenbauer mengatakan kepada stasiusn televisi ARD.
"Saya untuk penarikan yang tertib dan itulah mengapa saya berasumsi bahwa kami (NATO) akan menyetujuinya hari ini," imbuhnya.
Rincian lebih lanjut diharapkan akan dirilis secepatnya ketika Blinken memberikan konferensi pers dengan Menteri Pertahanan AS, Lloyd Austin, dan Stoltenberg.
Lebih dari 2.300 personel AS tewas dan 20.000 cedera dalam konflik berkepanjangan itu, yang menewaskan sekitar 50.000 warga sipil Afghanistan. Taliban diusir dari Kabul pada awal konflik tetapi belakangan ini situasi keamanan bagi warga sipil semakin memburuk.
Baca juga: Biden Tarik Pasukan AS dari Afghanistan pada 11 September
Jerman, yang menyumbang 1.300 tentara untuk pelatihan dan misi stabilisasi, mengindikasikan akan mendukung penarikan pasukan menjelang pertemuan virtual.
"Kami selalu berkata: kami akan masuk bersama, kami akan pergi bersama," ucap Menteri Pertahanan Jerman Annegret Kramp-Karrenbauer mengatakan kepada stasiusn televisi ARD.
"Saya untuk penarikan yang tertib dan itulah mengapa saya berasumsi bahwa kami (NATO) akan menyetujuinya hari ini," imbuhnya.
Rincian lebih lanjut diharapkan akan dirilis secepatnya ketika Blinken memberikan konferensi pers dengan Menteri Pertahanan AS, Lloyd Austin, dan Stoltenberg.
Lebih dari 2.300 personel AS tewas dan 20.000 cedera dalam konflik berkepanjangan itu, yang menewaskan sekitar 50.000 warga sipil Afghanistan. Taliban diusir dari Kabul pada awal konflik tetapi belakangan ini situasi keamanan bagi warga sipil semakin memburuk.
Lihat Juga :