Sambut Pemilu Pertama, Kaum Muda Palestina Tuntut Adanya Reformasi
Selasa, 13 April 2021 - 04:30 WIB
Tapi, kondisi itu seolah dilemparkan ke dalam kekacauan oleh perpecahan internal Fatah, ketika pemimpin Tepi Barat yang dipenjara Marwan Barghouti dan keponakan Yasser Arafat, Nasser al-Qudwa mendaftarkan calon saingan dalam tantangan langsung kepada pemimpin mereka.
Baca: AS dan Israel Takut Kemungkinan Hamas Menang Pemilu Palestina
Keduanya berusia enam puluhan, tetapi masih satu generasi lebih muda dari Abbas yang saat ini sudah berusia 85 tahun. Kamu muda Palestina mengatakan, stagnasi proses demokrasi telah meminggirkan generasi mereka dalam masyarakat, di mana lebih dari setengah dari 5,2 juta penduduk Palestina berusia di bawah 29 tahun.
Tidak ada warga Palestina di bawah 34 tahun yang pernah memberikan suara dalam pemilihan nasional dan tidak ada pemilihan yang dilakukan di era media sosial, pemungutan suara parlemen terakhir dilakukan pada Januari 2006.
“Kami menyebut diri kami generasi yang diabaikan, karena kami belum diberi ruang dalam sistem politik untuk berpartisipasi dan suara kami didengar,” kata Salem Barahmeh dari gerakan pemuda Jeel Al-Tajdeed Al-Democraty, atau Generasi untuk Pembaruan Demokratis.
"Kami berasal dari generasi yang tidak pernah memilih perwakilannya," sambung pria berusia 31 tahun itu, seperti dilansir Al Arabiya.
Baca: AS dan Israel Takut Kemungkinan Hamas Menang Pemilu Palestina
Keduanya berusia enam puluhan, tetapi masih satu generasi lebih muda dari Abbas yang saat ini sudah berusia 85 tahun. Kamu muda Palestina mengatakan, stagnasi proses demokrasi telah meminggirkan generasi mereka dalam masyarakat, di mana lebih dari setengah dari 5,2 juta penduduk Palestina berusia di bawah 29 tahun.
Tidak ada warga Palestina di bawah 34 tahun yang pernah memberikan suara dalam pemilihan nasional dan tidak ada pemilihan yang dilakukan di era media sosial, pemungutan suara parlemen terakhir dilakukan pada Januari 2006.
“Kami menyebut diri kami generasi yang diabaikan, karena kami belum diberi ruang dalam sistem politik untuk berpartisipasi dan suara kami didengar,” kata Salem Barahmeh dari gerakan pemuda Jeel Al-Tajdeed Al-Democraty, atau Generasi untuk Pembaruan Demokratis.
"Kami berasal dari generasi yang tidak pernah memilih perwakilannya," sambung pria berusia 31 tahun itu, seperti dilansir Al Arabiya.
Lihat Juga :