Serang Perwira Militer AS, Polisi Amerika Dipecat
Senin, 12 April 2021 - 14:04 WIB
Petugas polisi Windsor, Joe Gutierrez, saat menodongkan pistol ke seorang perwira militer Amerika Serikat di sekitar halte kota Windsor, Virginia. Foto/Polisi Windsor via REUTERS
WASHINGTON - Salah satu dari dua petugas polisi di Virginia yang dituduh menyerang seorang letnan Angkatan Darat Amerika Serikat (AS) telah dipecat. Perwira militer itu dibidik dengan pistol dan disemprot dengan merica saatmobil yang dia kemudikan dihentikandi sebuah halte di Windsor.
Petugas polisi bernama Joe Gutierrez diberhentikan dari pekerjaannya setelah penyelidikan menetapkan dia tidak mengikuti kebijakan departemen kepolisian setempat, kota Windsor, Virginia.
Baca juga: Giliran Vietnam Siap Perang, Laut China Selatan Kian Memanas
Pemecatan polisi itu diumumkan Departemen Polisi Windsor dalam sebuah pernyataan yang dilansir Reuters, Senin (12/4/2021).
Pernyataan itu tidak merinci pelanggaran atau hukuman apa pun untuk petugas polisi lain yang terlibat dalam insiden itu, yakni Daniel Crocker.
Pemecatan terjadi setelah perwira Angkatan Darat Amerika, Caron Nazario, mengajukan gugatan terhadap dua petugas polisi di pengadilan federal atas apa yang menurut dokumen pengadilan adalah penghentian lalu lintas yang brutal pada 5 Desember 2020. Dalam kejadian itu, para petugas polisi menodongkan senjata mereka, menjatuhkan korban ke tanah, menyemprotkan merica dan mengancam akan membunuhnya.
Petugas polisi bernama Joe Gutierrez diberhentikan dari pekerjaannya setelah penyelidikan menetapkan dia tidak mengikuti kebijakan departemen kepolisian setempat, kota Windsor, Virginia.
Baca juga: Giliran Vietnam Siap Perang, Laut China Selatan Kian Memanas
Pemecatan polisi itu diumumkan Departemen Polisi Windsor dalam sebuah pernyataan yang dilansir Reuters, Senin (12/4/2021).
Pernyataan itu tidak merinci pelanggaran atau hukuman apa pun untuk petugas polisi lain yang terlibat dalam insiden itu, yakni Daniel Crocker.
Pemecatan terjadi setelah perwira Angkatan Darat Amerika, Caron Nazario, mengajukan gugatan terhadap dua petugas polisi di pengadilan federal atas apa yang menurut dokumen pengadilan adalah penghentian lalu lintas yang brutal pada 5 Desember 2020. Dalam kejadian itu, para petugas polisi menodongkan senjata mereka, menjatuhkan korban ke tanah, menyemprotkan merica dan mengancam akan membunuhnya.
Lihat Juga :