Inggris Jadikan RI 'Jantung' Kebijakan di Indo-Pasifik
Rabu, 07 April 2021 - 15:58 WIB
"Tentu saja saya mendengarkan dengan seksama keprihatinan teman-teman Indonesia kami tentang kelapa sawit dan komoditas, dan kami benar-benar berkomitmen melalui kelompok kerja yang kami dirikan untuk menemukan solusi yang tepat untuk beberapa masalah tersebut," ujarnya.
Inggris, jelasnya, juga menantikan untuk memperkuat kerja sama keamanandan komitmen i pada Konvensi PBB tentang Hukum Lau atau UNCLOS.
Baik Inggris dan Indonesia, paparnya, berada di belahan dunia yang berbeda. Tetapi, kedua negara adalah kekuatan maritim dengan kepentingan maritim yang kuat. Baca juga: Inggris Puji Langkah Saudi Dalam Perlindungan Lingkungan
"Yang lebih penting, minat yang kuat untuk memastikan bahwa sistem berbasis aturan, pilar, prinsip-prinsip ini tercermin dalam UNCLOS dapat ditegakkan, karena mereka adalah pilar penting kawasan dan saya akan mengatakan juga stabilitas global," ungkapnya.
"Kami bekerja sama untuk menyampaikan tindakan global yang ambisius terhadap perubahan iklim. Kami berharap dapat menjadi tuan rumah Konferensi Perubahan Iklim PBB di Glasgow pada bulan November," tukasnya.
Inggris, jelasnya, juga menantikan untuk memperkuat kerja sama keamanandan komitmen i pada Konvensi PBB tentang Hukum Lau atau UNCLOS.
Baik Inggris dan Indonesia, paparnya, berada di belahan dunia yang berbeda. Tetapi, kedua negara adalah kekuatan maritim dengan kepentingan maritim yang kuat. Baca juga: Inggris Puji Langkah Saudi Dalam Perlindungan Lingkungan
"Yang lebih penting, minat yang kuat untuk memastikan bahwa sistem berbasis aturan, pilar, prinsip-prinsip ini tercermin dalam UNCLOS dapat ditegakkan, karena mereka adalah pilar penting kawasan dan saya akan mengatakan juga stabilitas global," ungkapnya.
"Kami bekerja sama untuk menyampaikan tindakan global yang ambisius terhadap perubahan iklim. Kami berharap dapat menjadi tuan rumah Konferensi Perubahan Iklim PBB di Glasgow pada bulan November," tukasnya.
(esn)
Lihat Juga :