Rusia: Sanksi Myanmar oleh Barat Bisa Picu Perang Saudara Skala Penuh

Rabu, 07 April 2021 - 04:02 WIB
Langkah Rusia itu menuai kritik dari aktivis hak asasi yang menuduh Moskow melegitimasi junta.

“Uni Eropa sedang bersiap menjatuhkan sanksi kolektif pada militer Myanmar yang menargetkan kepentingan bisnisnya,” ujar Menteri Luar Negeri Prancis Jean-Yves Le Drian di Paris.

"Kami akan menambahkan sanksi ekonomi di tingkat 27 (negara UE) terhadap entitas ekonomi yang terkait tentara sehingga (sanksi) dapat diterapkan dengan sangat cepat," papar Le Drian kepada anggota parlemen.

Uni Eropa bulan lalu menjatuhkan sanksi pada sejumlah tokoh yang terkait dengan kudeta dan penindasan berikutnya.

Amerika Serikat juga telah mengambil tindakan terhadap para individu dan bisnis yang dijalankan militer, yang mencakup rentang kehidupan ekonomi Myanmar yang luas.

Protes yang dijadwalkan Rabu menyerukan pembakaran barang-barang buatan China.

Banyak pengunjuk rasa menentang China, investor utama di Myanmar, karena dianggap mendukung junta.
(sya)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!