Pakar: 4 Hari Kerja Tingkatkan Produktivitas
Senin, 05 April 2021 - 01:00 WIB
Rita mengatakan, banyak perusahaan di Inggris juga sudah menerapkan empat hari kerja. "Jadi, kami telah melihat bahwa bisnis Inggris telah mulai menerapkannya sampai batas tertentu. Mungkin tidak perlu untuk seluruh tenaga kerja," ungkapnya.
Baca: Layaknya Warga Biasa, Seusai Jam Kerja Merkel Kerap Belanja Sendiri Keperluan Rumah
Dirinya menuturkan, sebuah survei yang dilakukan Henley Business School, yang menargetkan hampir 500 bisnis di Inggris, dan 32,8 persen diantaranya telah menerapkan empat hari kerja seminggu dalam angkatan kerja mereka.
"Ini lebih sering terjadi di perusahaan menengah atau besar, jadi kami melihat bahwa perusahaan mikro dan kecil lebih jarang mengadopsinya," paparnya.
"Kami juga mensurvei lebih dari 2.000 karyawan dan kami menemukan bahwa mereka yang sudah memiliki empat hari kerja seminggu menunjukkan peningkatan penting dalam hal kesejahteraan mereka. Secara keseluruhan, kepuasan karyawan telah meningkat, ketidakhadiran karena sakit berkurang," sambungnya.
Baca: Alasan Buruh Tolak PP Pesangon dan Jam Kerja di UU Cipta Kerja
Baca: Layaknya Warga Biasa, Seusai Jam Kerja Merkel Kerap Belanja Sendiri Keperluan Rumah
Dirinya menuturkan, sebuah survei yang dilakukan Henley Business School, yang menargetkan hampir 500 bisnis di Inggris, dan 32,8 persen diantaranya telah menerapkan empat hari kerja seminggu dalam angkatan kerja mereka.
"Ini lebih sering terjadi di perusahaan menengah atau besar, jadi kami melihat bahwa perusahaan mikro dan kecil lebih jarang mengadopsinya," paparnya.
"Kami juga mensurvei lebih dari 2.000 karyawan dan kami menemukan bahwa mereka yang sudah memiliki empat hari kerja seminggu menunjukkan peningkatan penting dalam hal kesejahteraan mereka. Secara keseluruhan, kepuasan karyawan telah meningkat, ketidakhadiran karena sakit berkurang," sambungnya.
Baca: Alasan Buruh Tolak PP Pesangon dan Jam Kerja di UU Cipta Kerja
Lihat Juga :