China Peringatkan Perusahaan Asing Tidak Terlibat Dalam Politik Terkait Xinjiang
Senin, 29 Maret 2021 - 19:52 WIB
"Mereka telah kehilangan akal dan hati nurani mereka. Mereka sangat antusias dengan manipulasi politik dan penyalahgunaan sanksi hingga tingkat yang histeris," tukas Xu.Baca juga: Dianggap Sebar 'Hoaks' Soal Xinjiang, China Sanksi Anggota Parlemen Inggris
Seperti diketahui, H&M, Burberry, Nike dan Adidas dan sejumlah merek Barat lainnya telah terkena boikot konsumen di China atas komentar tentang sumber kapas mereka di Xinjiang.
Boikot diawali setelah pernyataan H&M pada tahun 2020 lalu, yang mengumumkan tidak akan lagi mengambil kapas dari Xinjiang mulai tersebar di media sosial di China pada pekan lalu.
H&M menyatakan, pada saat itu keputusan dikeluarkan karena kesulitan melakukan uji tuntas yang kredibel di wilayah tersebut dan setelah media dan kelompok HAM melaporkan praktek kerja paksa di Xinjiang, tuduhan yang berulang kali dibantah oleh Beijing.
Keretakan yang tumbuh terjadi ketika Amerika Serikat (AS) dan pemerintah Barat lainnya meningkatkan tekanan terhadap China atas dugaan pelanggaran HAM di Xinjiang.
Seperti diketahui, H&M, Burberry, Nike dan Adidas dan sejumlah merek Barat lainnya telah terkena boikot konsumen di China atas komentar tentang sumber kapas mereka di Xinjiang.
Boikot diawali setelah pernyataan H&M pada tahun 2020 lalu, yang mengumumkan tidak akan lagi mengambil kapas dari Xinjiang mulai tersebar di media sosial di China pada pekan lalu.
H&M menyatakan, pada saat itu keputusan dikeluarkan karena kesulitan melakukan uji tuntas yang kredibel di wilayah tersebut dan setelah media dan kelompok HAM melaporkan praktek kerja paksa di Xinjiang, tuduhan yang berulang kali dibantah oleh Beijing.
Keretakan yang tumbuh terjadi ketika Amerika Serikat (AS) dan pemerintah Barat lainnya meningkatkan tekanan terhadap China atas dugaan pelanggaran HAM di Xinjiang.
(esn)
Lihat Juga :