Para Jenderal Rayakan Hari Militer Myanmar, 50 Demonstran Dihabisi

Sabtu, 27 Maret 2021 - 17:32 WIB
Orang-orang berjalan di dekat barikade yang dibakar demonstran antikudeta ketika berhadapan dengan pasukan keamanan junta militer Myanmar di Mandalay, Sabtu (27/3/2021). Foto/REUTERS
YANGON - Pasukan keamanan Myanmar yang dikendalikan junta militer membunuh 50 demonstran antikudeta pada hari ini (27/3/2021). Tragedi pembantaian puluhan demonstran ini terjadi di saat para jenderal merayakan Hari Angkatan Bersenjata.

Laporan media dan saksi mata mengatakan puluhan demonstran itu tewas akibat ditembak dan dibunuh. Ini menjadi ironi karena pemimpin junta sesumbar bahwa militer akan melindungi rakyat dan berjuang untuk demokrasi Myanmar.



Baca juga: Pria Ini Habisi Pacar karena Payudaranya Tak Sengaja Terlihat di Pesta

Para pengunjuk rasa yang menentang kudeta militer 1 Februari muncul di jalan-jalan Yangon, Mandalay, dan kota-kota lain. Mereka mengabaikan ancaman junta militer bahwa mereka akan ditembak di kepala dan punggung jika tidak berhenti beraksi.

"Hari ini adalah hari yang memalukan bagi angkatan bersenjata," kata Dr Sasa, juru bicara CRPH, kelompok anti-junta yang dibentuk oleh anggota parlemen yang digulingkan, dalam sebuah forum online yang dikutip Reuters.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!