Tunjukkan Kartun Nabi Muhammad, Sekolah di Inggris Didemo
Jum'at, 26 Maret 2021 - 08:26 WIB
Gambar-gambar di media sosial menunjukkan sekitar 30 hingga 40 pengunjuk rasa, banyak yang mengenakan masker, berdemo di luar sekolah. Pasukan polisi berjaga di pintu masuk sekolah dan jalan di luar sekolah.
Huddersfield Examiner melaporkan dari sekolah bahwa protes berlangsung damai saat anak-anak sekolah tiba. Demo itu membuat jam dimulainya belajar ditunda hingga pukul 10.00 pagi.
Polisi West Yorkshire mengatakan bahwa tidak ada denda atau penangkapan yang dilakukan.
Namun, juru bicara Departemen Pendidikan mengutuk protes yang dilaporkan diwarnai ancaman dan melanggar pembatasan COVID-19. "Protes itu sama sekali tidak dapat diterima," kata juru bicara tersebut tanpa disebutkan namanya, seperti dikutip The Guardian, Jumat (26/3/2021).
"Sekolah bebas untuk memasukkan berbagai masalah, ide dan materi dalam kurikulum mereka, termasuk yang menantang atau kontroversial, sesuai dengan kewajiban mereka untuk memastikan keseimbangan politik. Mereka harus menyeimbangkan ini dengan kebutuhan untuk mempromosikan rasa hormat dan toleransi antara orang-orang yang berbeda keyakinan, termasuk dalam memutuskan materi mana yang akan digunakan di kelas," lanjut juru bicara departemen itu.
Kibble memberi tahu para orangtua; "Sekolah sedang menyelidiki masalah ini menggunakan proses formal dan kami berterima kasih atas dukungan dari pihak berwenang setempat."
Huddersfield Examiner melaporkan dari sekolah bahwa protes berlangsung damai saat anak-anak sekolah tiba. Demo itu membuat jam dimulainya belajar ditunda hingga pukul 10.00 pagi.
Polisi West Yorkshire mengatakan bahwa tidak ada denda atau penangkapan yang dilakukan.
Namun, juru bicara Departemen Pendidikan mengutuk protes yang dilaporkan diwarnai ancaman dan melanggar pembatasan COVID-19. "Protes itu sama sekali tidak dapat diterima," kata juru bicara tersebut tanpa disebutkan namanya, seperti dikutip The Guardian, Jumat (26/3/2021).
"Sekolah bebas untuk memasukkan berbagai masalah, ide dan materi dalam kurikulum mereka, termasuk yang menantang atau kontroversial, sesuai dengan kewajiban mereka untuk memastikan keseimbangan politik. Mereka harus menyeimbangkan ini dengan kebutuhan untuk mempromosikan rasa hormat dan toleransi antara orang-orang yang berbeda keyakinan, termasuk dalam memutuskan materi mana yang akan digunakan di kelas," lanjut juru bicara departemen itu.
Kibble memberi tahu para orangtua; "Sekolah sedang menyelidiki masalah ini menggunakan proses formal dan kami berterima kasih atas dukungan dari pihak berwenang setempat."
Lihat Juga :