Ilmuwan Sebut Plastik dan Polutan Kimiawi Mengecilkan Penis

Kamis, 25 Maret 2021 - 04:36 WIB
Swan menyebut bahwa ftalat, yang digunakan dalam pembuatan plastik, dan bahan kimia lainnya telah menyebabkan efek yang mengkhawatirkan seperti: peningkatan jumlah bayi yang dilahirkan dengan penis kecil; menurunkan kadar testosteron secara tajam pada pria; jumlah sperma di negara-negara Barat turun 59% dari tahun 1973 hingga 2011; dan penurunan kesuburan lebih dari 50% selama setengah abad terakhir.

Perkembangan reproduksi wanita dan tingkat estrogen juga telah berubah.

“Di beberapa bagian dunia, rata-rata usia dua puluhan saat ini kurang subur dibandingkan neneknya yang berusia 35 tahun,” ujar Swan.

Malapetaka reproduksi juga memengaruhi hewan, kata ilmuwan itu, sambil menunjuk pada temuan seperti penis yang sangat kecil pada aligator, macan kumbang, dan cerpelai, serta lebih banyak ikan, katak, burung, dan kura-kura yang memiliki "alat kelamin ambigu."

Baca juga: Kisah Ilmuwan Tanpa Kewarganegaraan Coba Temukan Vaksin Covid-19

“Kecuali kita mengambil langkah untuk membalikkan pengaruh berbahaya ini, spesies planet ini berada dalam bahaya besar,” ucap Swan.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!