Pentagon Diam-diam Kembangkan Reaktor Nuklir Portabel Mini
Rabu, 24 Maret 2021 - 11:18 WIB
Rancangan terakhir akan diserahkan pada Kantor Kemampuan Strategis pada 2022, di mana saat itu Departemen Pertahanan akan membuat keputusan tentang apakah akan melanjutkan pengujian sistem.
Lihat infografis: Rudal Baru Israel, Bisa Lumpuhkan Ancaman Berjarak 150 Km
"Kami sangat senang dengan kemajuan yang dicapai mitra industri kami dalam desain mereka," papar Jeff Waksman, manajer program Project Pele.
"Kami yakin bahwa pada awal 2022 kami akan memiliki dua desain teknik yang matang hingga kondisi yang memadai sehingga kami dapat menentukan kesesuaian untuk kemungkinan konstruksi dan pengujian," ungkap dia.
Pentagon telah lama memandang energi nuklir sebagai cara potensial untuk mengurangi biaya energinya dan kerentanannya dalam ketergantungannya pada jaringan listrik lokal.
Menurut rilis berita, Departemen Pertahanan AS menggunakan sekitar 30 Terawatt listrik per tahun dan lebih dari 10 juta galon bahan bakar per hari.
Menurut laporan teknis Oktober 2018 oleh Nuclear Energy Institute, “90% instalasi militer memiliki penggunaan listrik tahunan rata-rata yang dapat dipenuhi dengan satu energi nuklir dengan kapasitas sebesar 40 MWe (megawatt listrik) atau kurang.
Lihat infografis: Rudal Baru Israel, Bisa Lumpuhkan Ancaman Berjarak 150 Km
"Kami sangat senang dengan kemajuan yang dicapai mitra industri kami dalam desain mereka," papar Jeff Waksman, manajer program Project Pele.
"Kami yakin bahwa pada awal 2022 kami akan memiliki dua desain teknik yang matang hingga kondisi yang memadai sehingga kami dapat menentukan kesesuaian untuk kemungkinan konstruksi dan pengujian," ungkap dia.
Pentagon telah lama memandang energi nuklir sebagai cara potensial untuk mengurangi biaya energinya dan kerentanannya dalam ketergantungannya pada jaringan listrik lokal.
Menurut rilis berita, Departemen Pertahanan AS menggunakan sekitar 30 Terawatt listrik per tahun dan lebih dari 10 juta galon bahan bakar per hari.
Menurut laporan teknis Oktober 2018 oleh Nuclear Energy Institute, “90% instalasi militer memiliki penggunaan listrik tahunan rata-rata yang dapat dipenuhi dengan satu energi nuklir dengan kapasitas sebesar 40 MWe (megawatt listrik) atau kurang.
Lihat Juga :