Nawal Saadawi, Marxist Muslim yang Pernah Dipenjara dan Dikecam Tokoh Agama Mesir
Selasa, 23 Maret 2021 - 12:12 WIB
Sebagai pembela hak-hak perempuan di Mesir dan dunia Arab, tulisannya berfokus terutama pada feminisme, kekerasan dalam rumah tangga terhadap perempuan, dan ekstremisme agama.
Dia adalah lawan vokal dari mutilasi alat kelamin perempuan di Mesir dan di seluruh dunia.
Baca juga: BREAKING-Supermarket King Soopers AS Ditembaki, Banyak Orang Berjatuhan
Ketika dia menerbitkan bukunya yang terkenal, “Women and Sex” pada tahun 1972, dia menghadapi badai kritik dan kecaman dari politik dan agama Mesir. Dia juga kehilangan pekerjaannya di Kementerian Kesehatan.
Dia pernah dipenjara selama dua bulan pada tahun 1981 sebagai bagian dari tindakan keras politik yang dilakukan oleh Presiden Anwar Sadat saat itu. Selama di penjara, Saadawi menuliskan pengalamannya dalam buku berjudul "Memoirs from the Women's Prison" menggunakan gulungan tisu toilet dan pensil kosmetik.
Saadawi adalah pendiri dan kepala Asosiasi Solidaritas Wanita Arab dan salah satu pendiri Asosiasi Arab untuk Hak Asasi Manusia.
Dia adalah lawan vokal dari mutilasi alat kelamin perempuan di Mesir dan di seluruh dunia.
Baca juga: BREAKING-Supermarket King Soopers AS Ditembaki, Banyak Orang Berjatuhan
Ketika dia menerbitkan bukunya yang terkenal, “Women and Sex” pada tahun 1972, dia menghadapi badai kritik dan kecaman dari politik dan agama Mesir. Dia juga kehilangan pekerjaannya di Kementerian Kesehatan.
Dia pernah dipenjara selama dua bulan pada tahun 1981 sebagai bagian dari tindakan keras politik yang dilakukan oleh Presiden Anwar Sadat saat itu. Selama di penjara, Saadawi menuliskan pengalamannya dalam buku berjudul "Memoirs from the Women's Prison" menggunakan gulungan tisu toilet dan pensil kosmetik.
Saadawi adalah pendiri dan kepala Asosiasi Solidaritas Wanita Arab dan salah satu pendiri Asosiasi Arab untuk Hak Asasi Manusia.
Lihat Juga :