Turki Keluar dari Pakta Eropa tentang Kekerasan pada Perempuan
Sabtu, 20 Maret 2021 - 22:02 WIB
Baca juga: Arab Saudi dan Kuwait Kutuk Pelanggaran Israel di Dewan HAM PBB
Tidak ada alasan yang diberikan pemerintah untuk penarikan tersebut. Para pejabat di Partai AK yang berkuasa di Erdogan mengatakan tahun lalu bahwa pemerintah sedang mempertimbangkan mundur di tengah perselisihan tentang bagaimana mengekang kekerasan yang meningkat terhadap perempuan.
Lihat infografis: Pertemuan Amerika Serikat-China di Alaska Berlangsung Panas
Banyak kaum konservatif di Turki mengatakan pakta itu merusak struktur keluarga dan mendorong kekerasan.
Mereka juga memusuhi prinsip kesetaraan gender dalam Konvensi Istanbul dan menganggapnya mempromosikan homoseksualitas, terkait prinsip non-diskriminasi atas dasar orientasi seksual.
Para pengkritik menilai langkah Turki semakin keluar dari nilai-nilai Uni Eropa (UE). Mereka berpendapat kesepakatan itu, dan undang-undang yang disetujui setelahnya, perlu diterapkan lebih ketat.
Tidak ada alasan yang diberikan pemerintah untuk penarikan tersebut. Para pejabat di Partai AK yang berkuasa di Erdogan mengatakan tahun lalu bahwa pemerintah sedang mempertimbangkan mundur di tengah perselisihan tentang bagaimana mengekang kekerasan yang meningkat terhadap perempuan.
Lihat infografis: Pertemuan Amerika Serikat-China di Alaska Berlangsung Panas
Banyak kaum konservatif di Turki mengatakan pakta itu merusak struktur keluarga dan mendorong kekerasan.
Mereka juga memusuhi prinsip kesetaraan gender dalam Konvensi Istanbul dan menganggapnya mempromosikan homoseksualitas, terkait prinsip non-diskriminasi atas dasar orientasi seksual.
Para pengkritik menilai langkah Turki semakin keluar dari nilai-nilai Uni Eropa (UE). Mereka berpendapat kesepakatan itu, dan undang-undang yang disetujui setelahnya, perlu diterapkan lebih ketat.
Lihat Juga :