Buku Sekolah di India Mengklaim Terorisme Bagian dari 'Untaian Islam'
Kamis, 18 Maret 2021 - 20:18 WIB
"Ini adalah kasus kedua dari jenisnya di mana kebencian terhadap Islam disebarkan melalui buku teks. Bulan lalu kami mendapat keluhan polisi yang terdaftar terhadap konten yang tidak pantas di buku teks yang diajarkan untuk pelatihan guru. Jika pikiran guru diracuni untuk melawan Islam, apa yang akan mereka ajarkan kepada siswa?" tanya Mohsin Rasheed Tonk, dari Forum Muslim Rajasthan.
"Buku teks ilmu politik memiliki bab tentang "Terorisme, Kriminalisasi Politik dan Korupsi" di mana mengutip ahli anonim yang menyatakan bahwa komitmen terhadap agama tertentu adalah tren utama terorisme Islam," sambungnya, seperti dilansir Sputnik pada Kamis (18/3/2021).
Tonk, yang juga koordinator negara bagian Departemen Minoritas Kongres Rajasthan, membayangkan bahwa anaknya sedang duduk di kelas di mana gurunya membacakan dari buku teks bahwa terorisme adalah dari bagian dari Islam Islam. Murid lain di kelas itu, jelasnya, pasti akan melihat dia dengan penuh kebencian.
"Anak akan merasa malu atau akan berkelahi dengan mereka. Pendidikan semacam ini dipromosikan oleh pemerintah BJP yang membuat perubahan dalam buku teks untuk efek ini", ujarnya.Baca juga: Tokoh India Minta Mahkamah Agung Hapus 26 Ayat Al-Qur'an Picu Kemarahan
"Mengutip para ahli yang tidak disebutkan namanya, bab tersebut juga mengatakan bahwa dalam terorisme Islam, teroris memiliki pengabdian yang berlebihan kepada Islam daripada faksi atau kelompok mana pun," jelas Tonk.
"Buku teks ilmu politik memiliki bab tentang "Terorisme, Kriminalisasi Politik dan Korupsi" di mana mengutip ahli anonim yang menyatakan bahwa komitmen terhadap agama tertentu adalah tren utama terorisme Islam," sambungnya, seperti dilansir Sputnik pada Kamis (18/3/2021).
Tonk, yang juga koordinator negara bagian Departemen Minoritas Kongres Rajasthan, membayangkan bahwa anaknya sedang duduk di kelas di mana gurunya membacakan dari buku teks bahwa terorisme adalah dari bagian dari Islam Islam. Murid lain di kelas itu, jelasnya, pasti akan melihat dia dengan penuh kebencian.
"Anak akan merasa malu atau akan berkelahi dengan mereka. Pendidikan semacam ini dipromosikan oleh pemerintah BJP yang membuat perubahan dalam buku teks untuk efek ini", ujarnya.Baca juga: Tokoh India Minta Mahkamah Agung Hapus 26 Ayat Al-Qur'an Picu Kemarahan
"Mengutip para ahli yang tidak disebutkan namanya, bab tersebut juga mengatakan bahwa dalam terorisme Islam, teroris memiliki pengabdian yang berlebihan kepada Islam daripada faksi atau kelompok mana pun," jelas Tonk.
Lihat Juga :