Cerita Hoaks Siswi yang Berujung Pemenggalan Guru Prancis Samuel Paty
Kamis, 11 Maret 2021 - 17:15 WIB
Pada 16 Oktober, Anzorov melakukan perjalanan ke Conflans-Sainte-Honorine, membayar dua remaja dari sekolah tersebut untuk mengidentifikasi Paty saat dia akan pulang ke rumah pada Jumat malam dan memenggalnya. Anzorov dibunuh oleh polisi tak lama setelah berakasi.
Belakangan diketahui bahwa seluruh cerita Z adalah tipuan dan, pada kenyataannya, siswi Prancis itu diskors sehari sebelumnya karena absen atau membolos berulang kali. Fakta ini diungkap surat kabar Le Parisienyang dilansir The Guardian kemarin.
Baca juga: Sanksi AS Tak Mempan, Iran Leluasa Jual Minyak ke China Secara Fantastis
Z telah mengaku kepada hakim pengadilan anti-teror bahwa dia sebenarnya tidak berada di kelas ketika Paty mempertontonkan kartun Nabi Muhammad yang diterbitkan majalah satire Charlie Hebdo.
"Dia berbohong karena merasa terjebak dalam spiral karena teman-teman sekelasnya memintanya menjadi juru bicara," kata pengacaranya, Mbeko Tabula, kepada Agence France-Presse.
"Dia tidak akan berani mengakui kepada Ayahnya alasan sebenarnya dia dikeluarkan sesaat sebelum tragedi itu, yang sebenarnya terkait dengan perilakunya yang buruk," tulis Le Parisien.
Gadis itu dituduh memfitnah dan Ayahnya ditangkap karena "terlibat dalampembunuhan teroris”.
Sebelum membuat pengakuan yang sebenarnya, Z tetap berpegang pada cerita palsunya sampai polisi memberi tahu dia bahwa beberapa teman sekelasnya telah mengkonfirmasi bahwa dia tidak hadir untuk pelajaran dan bahwa Paty tidak menginstruksikan siswa Muslim untuk meninggalkan kelas seperti yang dia klaim.
Belakangan diketahui bahwa seluruh cerita Z adalah tipuan dan, pada kenyataannya, siswi Prancis itu diskors sehari sebelumnya karena absen atau membolos berulang kali. Fakta ini diungkap surat kabar Le Parisienyang dilansir The Guardian kemarin.
Baca juga: Sanksi AS Tak Mempan, Iran Leluasa Jual Minyak ke China Secara Fantastis
Z telah mengaku kepada hakim pengadilan anti-teror bahwa dia sebenarnya tidak berada di kelas ketika Paty mempertontonkan kartun Nabi Muhammad yang diterbitkan majalah satire Charlie Hebdo.
"Dia berbohong karena merasa terjebak dalam spiral karena teman-teman sekelasnya memintanya menjadi juru bicara," kata pengacaranya, Mbeko Tabula, kepada Agence France-Presse.
"Dia tidak akan berani mengakui kepada Ayahnya alasan sebenarnya dia dikeluarkan sesaat sebelum tragedi itu, yang sebenarnya terkait dengan perilakunya yang buruk," tulis Le Parisien.
Gadis itu dituduh memfitnah dan Ayahnya ditangkap karena "terlibat dalampembunuhan teroris”.
Sebelum membuat pengakuan yang sebenarnya, Z tetap berpegang pada cerita palsunya sampai polisi memberi tahu dia bahwa beberapa teman sekelasnya telah mengkonfirmasi bahwa dia tidak hadir untuk pelajaran dan bahwa Paty tidak menginstruksikan siswa Muslim untuk meninggalkan kelas seperti yang dia klaim.
Lihat Juga :