Junta Myanmar Bongkar Kuburan Demonstran Cantik ‘Everything will be OK’
Sabtu, 06 Maret 2021 - 15:28 WIB
Surat kabar Global New Light Of Myanmar yang dikelola pemerintah junta mengatakan kemarin bahwa para ahli telah menganalisis foto tersebut dan menyimpulkan bahwa cedera itu tidak sesuai dengan yang disebabkan oleh senjata antihuru-hara.
"Jika luka akibat senjata antihuru-hara atau peluru tajam, tidak mungkin kepala mendiang dalam kondisi baik," katanya.
"Badan hukum masing-masing sedang menyelidiki penyebab kematiannya dan lebih banyak informasi akan diumumkan pada waktu yang tepat."
Kyal Sin termasuk di antara sedikitnya 38 orang yang tewas pada Rabu, hari paling berdarah sejauh ini dalam upaya pasukan keamanan untuk menghentikan protes terhadap kudeta 1 Februari yang telah memicu demonstrasi harian selama lebih dari sebulan.
Militer mengatakan pihaknya telah menahan diri dalam penggunaan kekuatan, tetapi tidak akan membiarkan protes mengancam stabilitas.
Militer menambahkan pihaknya menggulingkan dan menahan pemimpin terpilih Aung San Suu Kyi setelah komisi pemilu menolak tuduhan kecurangan dalam pemilu November 2020, di mana partainya Suu Kyi, Liga Nasional untuk Demokrasi (NLD) menang telak.
Para pengunjuk rasa menolak janji tentara untuk menggelar pemilu baru dan menuntut pembebasan Suu Kyi dan tahanan lainnya.
"Jika luka akibat senjata antihuru-hara atau peluru tajam, tidak mungkin kepala mendiang dalam kondisi baik," katanya.
"Badan hukum masing-masing sedang menyelidiki penyebab kematiannya dan lebih banyak informasi akan diumumkan pada waktu yang tepat."
Kyal Sin termasuk di antara sedikitnya 38 orang yang tewas pada Rabu, hari paling berdarah sejauh ini dalam upaya pasukan keamanan untuk menghentikan protes terhadap kudeta 1 Februari yang telah memicu demonstrasi harian selama lebih dari sebulan.
Militer mengatakan pihaknya telah menahan diri dalam penggunaan kekuatan, tetapi tidak akan membiarkan protes mengancam stabilitas.
Militer menambahkan pihaknya menggulingkan dan menahan pemimpin terpilih Aung San Suu Kyi setelah komisi pemilu menolak tuduhan kecurangan dalam pemilu November 2020, di mana partainya Suu Kyi, Liga Nasional untuk Demokrasi (NLD) menang telak.
Para pengunjuk rasa menolak janji tentara untuk menggelar pemilu baru dan menuntut pembebasan Suu Kyi dan tahanan lainnya.
(min)
Lihat Juga :