Lockdown Dilanggar, Duterte Ancam Berlakukan Darurat Militer

Sabtu, 18 April 2020 - 02:38 WIB
Presiden Filipine Rodrigo Duterte. Foto/Rappler
MANILA - Presiden Filipina Rodrigo Duterte mengancam akan mengambil tindakan keras seperti darurat militer untuk menghentikan mereka yang melanggar pembatasan (lockdown) di negara itu guna menghentikan penyebaran virus Corona.

Duterte berbicara sehari setelah pihak berwenang melaporkan peningkatan mobil di jalan-jalan Manila, yang hampir kosong sejak lockdown besar-besaran diberlakukan sebulan lalu pada sekitar setengah dari 110 juta orang di negara itu.



"Saya hanya meminta sedikit disiplin. Jika tidak, jika Anda tidak percaya kepada saya, maka militer dan polisi akan mengambil alih," kata Duterte dalam pidato yang disiarkan televisi.

"Militer dan polisi akan menegakkan jarak sosial pada jam malam. Ini seperti darurat militer. Anda pilih," tambahnya seperti dikutip dari AFP, Sabtu (18/4/2020).

Duterte telah berulang kali mengancam akan mengenakan kekuasaan militer nasional atas Filipina, di mana kata-kata itu membangkitkan kenangan buruk terhadap kediktatoran Ferdinand Marcos.

Seperti dilaporkan kasus-kasus virus Corona baru mulai naik pada bulan Maret, Duterte memerintahkan karantina pulau utama Luzon di sebelah utara, yang mencakup 12 juta penduduk Ibu Kota.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!