PM Armenia Sebut Rudal Iskander Tak Bisa Meledak, Rusia Tersinggung
Jum'at, 26 Februari 2021 - 08:59 WIB
Pashinyan melanjutkan dengan menyatakan bahwa sistem rudal canggih Rusia itu mungkin sudah ketinggalan zaman. Ditanya apakah memang misil Iskander tidak berfungsi, dia berkata: "Saya tidak tahu. Mungkin itu senjata tahun 1980-an.”
Pernyataan tersebut memicu badai kritik di Rusia yang memasok beberapa sistem rudal Iskander ke Armenia pada 2015. Anggota senior Duma Negara, majelis rendah parlemen Rusia, menyerang Pashinyan dengan istilah yang sangat kuat.
"Iskander adalah senjata yang sangat tepat, yang telah berulang kali dibuktikan selama latihan militer," kata Viktor Zavarzin, wakil ketua komite pertahanan dan keamanan Duma Negara.
“Apa yang dikatakan Pashinyan tentang misil itu adalah kebohongan total," kata Zavarzin kepada stasiun radio Govorit Moskva.
Anggota parlemen Rusia lainnya, Dmitry Sablin, mengejek PM Armenia dan mempertanyakan kompetensinya.
“Seorang penari yang buruk terhambat oleh hal-hal lain. Pepatah populer ini paling tepat menggambarkan klaim PM Armenia tentang penggunaan Iskander dalam perang terakhir dan sudah usang,” tulis kantor berita RIA Novosti mengutip Sablin, yang dilansir Kamis (25/2/2021).
Pernyataan tersebut memicu badai kritik di Rusia yang memasok beberapa sistem rudal Iskander ke Armenia pada 2015. Anggota senior Duma Negara, majelis rendah parlemen Rusia, menyerang Pashinyan dengan istilah yang sangat kuat.
"Iskander adalah senjata yang sangat tepat, yang telah berulang kali dibuktikan selama latihan militer," kata Viktor Zavarzin, wakil ketua komite pertahanan dan keamanan Duma Negara.
“Apa yang dikatakan Pashinyan tentang misil itu adalah kebohongan total," kata Zavarzin kepada stasiun radio Govorit Moskva.
Anggota parlemen Rusia lainnya, Dmitry Sablin, mengejek PM Armenia dan mempertanyakan kompetensinya.
“Seorang penari yang buruk terhambat oleh hal-hal lain. Pepatah populer ini paling tepat menggambarkan klaim PM Armenia tentang penggunaan Iskander dalam perang terakhir dan sudah usang,” tulis kantor berita RIA Novosti mengutip Sablin, yang dilansir Kamis (25/2/2021).
Lihat Juga :