Israel Perluas Fasilitas Nuklir Dimona di Gurun Negev
Minggu, 21 Februari 2021 - 06:06 WIB
Panel Internasional Bahan Fisil (IPFM), kelompok ahli independen, pada Kamis merilis gambar-gambar baru yang menunjukkan bahwa area yang sedang dikerjakan adalah beberapa ratus meter ke selatan dan barat dari titik pemrosesan di fasilitas nuklir itu.
Seperti dilansir The Guardian, Pavel Podvig, peneliti dalam program sains dan keamanan global di Universitas Princeton, menjelaskan, "Tampaknya pembangunannya dimulai cukup awal pada 2019, atau akhir 2018, jadi sudah berlangsung sekitar dua tahun, tapi hanya itu yang bisa kami katakan saat ini."
Fasilitas nuklir rahasia yang dibangun dengan bantuan Prancis pada 1950-an itu telah memainkan peran kunci dalam melengkapi persenjataan nuklir Israel.
Menurut The Guardian, Federasi Ilmuwan Amerika memperkirakan Israel memiliki sekitar 90 hulu ledak nuklir, terbuat dari plutonium yang diproduksi di reaktor air berat Dimona.
Seperti dilansir The Guardian, Pavel Podvig, peneliti dalam program sains dan keamanan global di Universitas Princeton, menjelaskan, "Tampaknya pembangunannya dimulai cukup awal pada 2019, atau akhir 2018, jadi sudah berlangsung sekitar dua tahun, tapi hanya itu yang bisa kami katakan saat ini."
Fasilitas nuklir rahasia yang dibangun dengan bantuan Prancis pada 1950-an itu telah memainkan peran kunci dalam melengkapi persenjataan nuklir Israel.
Menurut The Guardian, Federasi Ilmuwan Amerika memperkirakan Israel memiliki sekitar 90 hulu ledak nuklir, terbuat dari plutonium yang diproduksi di reaktor air berat Dimona.
(sya)
Lihat Juga :