Mengenal PM Baru Irak, Mantan Jurnalis dan Bos Intelijen
Minggu, 17 Mei 2020 - 23:59 WIB
Melansir Al Arabiya, Kadhimi lahir di Baghdad pada tahun 1967, dan belajar hukum sebelum menjadi seorang jurnalis, di mana ia dikenal karena sikap menentangnya terhadap mantan Presiden Irak, Saddam Hussein.
Dia sempat tinggal di Iran, Swedia, dan Inggris, di mana dia bekerja di beberapa posisi, termasuk menjabat sebagai editor Pulse Irak untuk Al-Monitor dan direktur Yayasan Dialog Kemanusiaan di London.
Setelah invasi Amerika Serikat (AS) ke Irak pada tahun 2003, al-Kadhimi kembali ke rumah dan membantu mendirikan Jaringan Media Irak bersama dengan menjadi direktur eksekutif "Yayasan Memori Irak" yang bekerja untuk mendokumentasikan kejahatan yang dilakukan oleh rezim Saddam Hussein.
Pada Juni 2016, al-Kadhimi diangkat sebagai kepala Dinas Intelijen Nasional Irak di tengah pertempuran yang meningkat di negara itu melawan ISIS.
(Baca: ISIS Manfaatkan Pandemi COVID-19 untuk Tingkatkan Serangan di Irak )
Dia sempat tinggal di Iran, Swedia, dan Inggris, di mana dia bekerja di beberapa posisi, termasuk menjabat sebagai editor Pulse Irak untuk Al-Monitor dan direktur Yayasan Dialog Kemanusiaan di London.
Setelah invasi Amerika Serikat (AS) ke Irak pada tahun 2003, al-Kadhimi kembali ke rumah dan membantu mendirikan Jaringan Media Irak bersama dengan menjadi direktur eksekutif "Yayasan Memori Irak" yang bekerja untuk mendokumentasikan kejahatan yang dilakukan oleh rezim Saddam Hussein.
Pada Juni 2016, al-Kadhimi diangkat sebagai kepala Dinas Intelijen Nasional Irak di tengah pertempuran yang meningkat di negara itu melawan ISIS.
(Baca: ISIS Manfaatkan Pandemi COVID-19 untuk Tingkatkan Serangan di Irak )
Lihat Juga :