Joe Biden Tuntut Para Jenderal Myanmar Lepaskan Kekuasaan

Jum'at, 05 Februari 2021 - 07:08 WIB
Baca: Pemimpin Pemberontak: Kudeta Militer Mengancam Nasib Gencatan Senjata Myanmar

Aplikasi milik Facebook seperti Instagram dan WhatsApp juga ikut terganggu.

"Kami memiliki kekuatan digital...jadi kami telah menggunakan ini sejak hari pertama untuk menentang junta militer," kata aktivis Thinzar Shunlei Yi, yang berada di balik apa yang disebut "Gerakan Pembangkangan Sipil" yang menyebar di seluruh platform media sosial.

Telenor, salah satu penyedia telekomunikasi utama negara itu, mengonfirmasi bahwa pihak berwenang telah memerintahkannya untuk "memblokir sementara" akses Facebook.

Perusahaan milik Norwegia itu mengatakan harus memenuhinya tetapi tidak percaya bahwa permintaan tersebut didasarkan pada kebutuhan dan proporsionalitas, sesuai dengan hukum hak asasi manusia internasional.

Facebook mengonfirmasi akses saat ini terganggu untuk beberapa orang di Myanmar dan mendesak pihak berwenang untuk memulihkan konektivitas.

Memicu Amarah

Bagi banyak orang di Myanmar, Facebook adalah pintu gerbang ke internet dan cara penting untuk mengumpulkan informasi.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!